Ahmad Al Sharaa Sebut Pemutusan Hubungan Suriah dan Iran Tidak Permanen, Ini Tanggapan Teheran

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 19 September 2025 | 10:08 WIB
Iran belum lama ini tanggapi komentar Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa soal hubungan Teheran dan Damaskus. (X.com/@IRIMFA_EN)
Iran belum lama ini tanggapi komentar Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa soal hubungan Teheran dan Damaskus. (X.com/@IRIMFA_EN)

SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa mengungkapkan bahwa hubungan negaranya dengan Iran tidak putus permanen.

Ahmad Al Sharaa mengakui bahwa hubungan dengan Iran masih rumit, tetapi tidak sampai menyatakan pemutusan permanen.

"Mengenai Iran, lukanya agak lebih dalam, dan kami tidak mengatakan akan ada perpecahan permanen antara kami dan Iran," tegas Ahmad Al Sharaa pada 15 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.

Beberapa waktu lalu, Teheran telah menanggapi pernyataan dari presiden sementara Suriah ini.

Baca Juga: Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha

Teheran menyatakan bahwa pihaknya siap memulihkan hubungan kapan pun Damaskus memutuskan bahwa hubungan yang diperbarui akan menguntungkan rakyatnya.

"Saya yakin bahwa pemutusan hubungan antara dua negara Islam yang terikat oleh ikatan persahabatan bersejarah tentu tidak akan permanen," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers mingguannya pada hari Rabu, 17 September 2025.

Esmaeli Baqaei mengatakan bahwa Teheran tidak terburu-buru soal ini.

"Kami tidak terburu-buru. Kapan pun (pemerintah Suriah) menyadari bahwa persahabatan dengan Iran akan menguntungkan rakyat Suriah, kami akan siap untuk membalas," tambahnya.

Baca Juga: Mendagri dan Delegasi Syiah Suriah Bahas Cara-cara Peningkatan Keamanan dan Stabilitas

Sebelumnya pada hari Jumat, Al Sharaa mengatakan bahwa meskipun Suriah telah berhasil membangun hubungan dengan negara-negara Barat dan mempertahankan hubungan yang seimbang dengan Rusia, hubungannya dengan Iran tetap "rumit".

Diketahui, hubungan antara Damaskus dan Teheran terputus setelah Bashar Al Assad digulingkan pada 8 Desember 2024, menyusul operasi militer besar-besaran oleh faksi-faksi oposisi Suriah yang berujung pada era baru rezim Suriah di bawah Al Sharaa.

Iran telah menjadi sekutu utama Assad sejak awal perang saudara di Suriah pada tahun 2011.

Negara itu memberikan dukungan militer dan ekonomi untuk mempertahankan kekuasaannya dan mempertahankan pengaruh regional Teheran.***

Artikel Selanjutnya

Syiah Israel dan Yahudi Iran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Sana News Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X