SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah Ahmad Al Sharaa mengungkapkan bahwa hubungan negaranya dengan Iran tidak putus permanen.
Ahmad Al Sharaa mengakui bahwa hubungan dengan Iran masih rumit, tetapi tidak sampai menyatakan pemutusan permanen.
"Mengenai Iran, lukanya agak lebih dalam, dan kami tidak mengatakan akan ada perpecahan permanen antara kami dan Iran," tegas Ahmad Al Sharaa pada 15 September 2025, dikutip SenayanPost.com dari Sana News Agency.
Beberapa waktu lalu, Teheran telah menanggapi pernyataan dari presiden sementara Suriah ini.
Baca Juga: Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha
Teheran menyatakan bahwa pihaknya siap memulihkan hubungan kapan pun Damaskus memutuskan bahwa hubungan yang diperbarui akan menguntungkan rakyatnya.
"Saya yakin bahwa pemutusan hubungan antara dua negara Islam yang terikat oleh ikatan persahabatan bersejarah tentu tidak akan permanen," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers mingguannya pada hari Rabu, 17 September 2025.
Esmaeli Baqaei mengatakan bahwa Teheran tidak terburu-buru soal ini.
"Kami tidak terburu-buru. Kapan pun (pemerintah Suriah) menyadari bahwa persahabatan dengan Iran akan menguntungkan rakyat Suriah, kami akan siap untuk membalas," tambahnya.
Baca Juga: Mendagri dan Delegasi Syiah Suriah Bahas Cara-cara Peningkatan Keamanan dan Stabilitas
Sebelumnya pada hari Jumat, Al Sharaa mengatakan bahwa meskipun Suriah telah berhasil membangun hubungan dengan negara-negara Barat dan mempertahankan hubungan yang seimbang dengan Rusia, hubungannya dengan Iran tetap "rumit".
Diketahui, hubungan antara Damaskus dan Teheran terputus setelah Bashar Al Assad digulingkan pada 8 Desember 2024, menyusul operasi militer besar-besaran oleh faksi-faksi oposisi Suriah yang berujung pada era baru rezim Suriah di bawah Al Sharaa.
Iran telah menjadi sekutu utama Assad sejak awal perang saudara di Suriah pada tahun 2011.
Negara itu memberikan dukungan militer dan ekonomi untuk mempertahankan kekuasaannya dan mempertahankan pengaruh regional Teheran.***
Artikel Terkait
Syiah Israel dan Yahudi Iran
Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini
Kemungkinan Israel Penjajah Kembali Serang Iran, Veteran AS Singgung Lobi Zionis di Kongres dan Gedung Putih
Alasan Iran Pilih Abstain saat Voting Masa Depan Palestina di Majelis Umum PBB
Bukan Two State Solution, Pemimpin Tertinggi Iran Usulkan Ini untuk Selesaikan Konflik Israel dan Palestina