Blak-blakan Bashar Al Assad dalam Wawancara Tahun 2016: Qatar, Turki, dan Arab Saudi Biayai Pemberontak Suriah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:03 WIB
Mantan presiden Bashar Al Assad ungkap tiga negara yang terlibat dalam membiayai pemberontak Suriah, ada Qatar hingga Arab Saudi. (Tangkap layar YouTube SWI swissinfo.ch - English)
Mantan presiden Bashar Al Assad ungkap tiga negara yang terlibat dalam membiayai pemberontak Suriah, ada Qatar hingga Arab Saudi. (Tangkap layar YouTube SWI swissinfo.ch - English)

 

Kini, setelah jatuhnya rezim Assad dan meningkatnya narasi yang menonjolkan HTS sebagai kekuatan politik baru, wawancara ini menjadi rujukan penting untuk memahami dinamika narasi perang Suriah.

Baca Juga: Hanya 63 Detik, Ini Isi Pidato Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di KTT Doha

Kutipan langsung Assad menunjukkan bahwa sejak awal, konflik ini bukan hanya perang senjata, tetapi juga perang narasi antar kekuatan regional dan internasional.

Wawancara tersebut kini digunakan oleh berbagai pihak sebagai dokumen analitis—bukan untuk membenarkan atau menyalahkan Assad semata, tetapi untuk menelusuri bagaimana aktor negara seperti Qatar, Turki, dan Arab Saudi memainkan peran dalam konflik Suriah melalui pendanaan, logistik, dan media.

Di tengah derasnya narasi pro-HTS tahun 2025, wawancara lawas Assad ini kembali dimunculkan sebagai penyeimbang, agar publik tidak terjebak pada satu versi sejarah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube SWI swissinfo.ch - English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X