SENAYANPOST - Presiden sementara Suriah, Ahmad Al Sharaa berjanji akan mengusut kekerasan yang saat ini terjadi di negaranya dalam beberapa hari terakhir ini.
Sebagaimana diketahui, setidaknya 1.000 orang tewas akibat bentrokan yang melibatkan simpatisan Bashar Al Assad, presiden Suriah yang terguling dengan tentara keamanan Suriah.
Lebih lanjut, pria yang sebelumnya dikenal Abu Mohammad Al Jolani ini akan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang terlibat dalam insiden tersebut.
Bentrokan tersebut, yang menurut kelompok pemantau perang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, sebagian besar warga sipil, berlanjut selama hari keempat di jantung pesisir basis pendukung Assad.
suriaBaca Juga: Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'
Dalam pidato yang disiarkan di televisi nasional dan diunggah di media sosial, Ahmed Sharaa, yang gerakan pemberontaknya menggulingkan Assad pada bulan Desember, menuduh para simpatisan Assad dan kekuatan asing yang tidak disebutkan namanya berusaha memicu kerusuhan.
"Hari ini, saat kita berada di momen kritis ini, kita mendapati diri kita menghadapi bahaya baru, upaya oleh sisa-sisa rezim sebelumnya dan pendukung asing mereka untuk memicu pertikaian baru dan menyeret negara kita ke dalam perang saudara, yang bertujuan untuk memecah belah dan menghancurkan persatuan dan stabilitasnya," kata Ahmad Al Sharaa pada 10 Maret 2025, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Komandan tertinggi kelompok bersenjata Kurdi Suriah, yang pasukannya terlibat dalam pertempuran terpisah dengan Turki, sebelumnya menyalahkan faksi-faksi Islamis yang didukung Turki atas beberapa kekerasan yang paling meresahkan: laporan eksekusi warga sipil yang tergabung dalam sekte Alawi milik Assad.
Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Masih Bungkam soal Ancaman Netanyahu Terkait Demiliterisasi Suriah Selatan
Turki tidak segera menanggapi tuduhan tersebut.
Di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, para diplomat mengatakan Amerika Serikat dan Rusia telah meminta Dewan Keamanan untuk bertemu secara tertutup pada hari Senin terkait meningkatnya kekerasan di Suriah.
Kantor Presiden Sementara Sharaa mengatakan pihaknya sedang membentuk komite independen untuk menyelidiki bentrokan dan pembunuhan oleh kedua belah pihak.
Warga Suriah telah menyebarkan video-video mengerikan tentang eksekusi oleh para pejuang.
Sejauh ini video tersebut belum bisa diverifikasi secara langsung.
Artikel Terkait
Hari Ketiga Bentrokan di Perbatasan Suriah dan Lebanon, Presiden Joseph Aoun Telepon Ahmad Al Sharaa
Pertama Kalinya, Presiden Rusia Vladimir Putin Hubungi Pemimpin Sementara Suriah Ahmad Al Sharaa
Warga Druze Suriah Turun ke Jalan Suwayda, Protes Pendudukan Israel dan Turki
Ahmad Al Sharaa Masih Bungkam soal Ancaman Netanyahu Terkait Demiliterisasi Suriah Selatan
Laporan: Daripada Turki, Israel Lobi AS Supaya Rusia Bertahan di Suriah yang 'Lemah' dan 'Terpecah'