Pemerintah juga menghadapi kritik atas keputusan mereka untuk mengumumkan bahwa pemilihan umum mendatang yang dijadwalkan berlangsung antara 15 dan 20 September akan menampilkan gabungan anggota parlemen yang dipilih oleh presiden dan mereka yang dipilih oleh komite yang dipilih secara khusus.
Human Rights Watch mengatakan kepada Middle East Eye bulan lalu bahwa kekerasan baru-baru ini di Latakia dan Suwayda membuat warga biasa dapat meminta pertanggungjawaban negara.***
Artikel Terkait
Ahmad Al Sharaa Minta Tolong Putin Bantu Hadang Agresi Israel di Suriah, Pengamat Ungkap Niat Rusia Sebenarnya
Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini
Perlawanan Rakyat Suriah Bentuk 25 Kelompok Militer, Sebut untuk Hadapi Ekspansi Teroris Amerika, Zionis, dan Wahabi
Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini
Utusan AS Tom Barrack Tegaskan Suriah Tak Akan Tandatangani Perjanjian Abraham, Ini Alasannya