Israel Penjajah Makin Dekat Bangun Kuil Ketiga Yahudi di Masjid Al Aqsa, Begini Kesaksian Direktur Urusan Internasional Wakaf Islam

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:20 WIB
Ilustrasi, Direktur Wakaf Islam memberikan kesaksian soal rencana Israel penjajah menyulap Masjid Al Aqsa menjadi Kuil Ketiga Yahudi. (Pexels.com/Haley Black)
Ilustrasi, Direktur Wakaf Islam memberikan kesaksian soal rencana Israel penjajah menyulap Masjid Al Aqsa menjadi Kuil Ketiga Yahudi. (Pexels.com/Haley Black)

SENAYANPOST - Dua tahun terakhir sejak serangan Hamas ke wilayah Israel, Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat Palestina banyak berubah.

Warga Israel semakin intensif memasuki area Masjid Al Aqsa, salah satu tempat tersuci umat Islam.

Terdengar doa-doa Yahudi dibacakan dengan lantang berkelompok, kemudian warga Israel bernyanyi dan menari.

Para pria bersujud, wajah mereka menempel ke tanah. Bendera Israel penjajah berkibar tinggi.

Baca Juga: Kemungkinan Israel Penjajah Kembali Serang Iran, Veteran AS Singgung Lobi Zionis di Kongres dan Gedung Putih

Aouni Bazbaz, direktur urusan internasional di Wakaf Islam, organisasi yang mengelola Masjid Al Aqsa tidak menyangka akan melihat pemandangan yang tak terbayangkan tersebut.

"Jumlah orang (pemukim Israel) yang hadir sangat banyak dan beberapa di antaranya adalah tokoh penting," kata Aouni Bazbaz pada 19 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.

"Apa yang terjadi… merupakan tahap penting yang bertujuan untuk memaksakan kedaulatan Yahudi atas Masjid Al Aqsa dan membaginya antara Muslim dan pemukim," tambahnya.

Masjid Al Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, telah berdiri di pusat pendudukan Israel selama puluhan tahun di Palestina.

Bagi warga Palestina dan Muslim di seluruh dunia, masjid ini melambangkan perjuangan untuk kebebasan, identitas, dan kemerdekaan.

Bagi banyak orang Israel, masjid ini adalah lokasi di mana kuil ketiga Yahudi akan segera dibangun.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Minta Tolong Putin Bantu Hadang Agresi Israel di Suriah, Pengamat Ungkap Niat Rusia Sebenarnya

Selama beberapa dekade, masjid ini telah diatur oleh pengaturan internasional yang menjunjung tinggi status keagamaannya sebagai tempat suci Islam eksklusif.

Namun sejak pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967, Israel secara bertahap mengikis status tersebut dengan meningkatkan pembatasan akses bagi warga Palestina dan Muslim, sekaligus memperluas kehadiran dan kendali Yahudi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X