"Saya rasa Rusia tidak terlalu tertarik berpatroli untuk mendukung Al Sharaa dan orang-orang seperti dia dalam konflik apa pun melawan Israel. Itu tidak berarti mereka mencintai Israel. Itu tidak berarti mereka musuh Israel. Saya tidak yakin Rusia mau terlibat di dalamnya," ungkapnya.
Ironisnya, Macgregor mengakui bahwa ada peran AS menempatkan Al Sharaa ditampuk kekuasaan hingga akhirnya bisa menguasai Damaskus.
"Tapi ini seperti tamparan di wajah kami karena kami sudah melakukan segala yang kami bisa untuk menempatkan orang ini ke tampuk kekuasaan demi mendukung Mossad dan MI6 di London," bebernya.
Veteran AS itu mengatakan bahwa negaranya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Al Sharaa, begitu juga dengan Rusia.
"Sekarang tiba-tiba, eh, Anda tahu, sekutu terbesar kami, sekutu terhebat kami, tertarik untuk menguasai Suriah sebanyak mungkin melalui Druze dan Kurdi, dan dia meminta bantuan. Ini situasi yang sangat aneh. Saya rasa kami tidak akan berbuat banyak, dan saya rasa Rusia tidak akan campur tangan di sana," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pemerintah Suriah Kutuk dan Kecam Keras Aparat Keamanan Geruduk Rumah Sakit Nasional di Suwayda, Mendagri Anas Khattab Janjikan Investigasi
Ekonom Jeffrey Sachs Soroti Peran Amerika Serikat dalam Krisis Suriah di Tengah Memanasnya Isu-isu Terbaru
Penyerahan Bashar Al Assad Bayangi Hubungan Suriah dan Rusia
Fakta Baru Penggerudukan Rumah Sakit Nasional Suwayda oleh Aparat Keamanan Suriah, Ada Insiden Penembakan Tewaskan Relawan
Israel Penjajah Terus Merangsek ke Suriah Selatan, Lakukan Penangkapan dan Penggeledahan Rumah Warga Quneitra