Sementara itu, Israel telah mengecam deklarasi Prancis, Inggris, dan Kanada sejak pekan lalu yang menyatakan bahwa mereka mungkin mengakui negara Palestina.
Hal ini menurut Israel sama saja dengan memberi penghargaan kepada Hamas atas serangannya pada 7 Oktober 2023 di wilayah Israel.
Warga Israel juga mendesak agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri perang dan memulangkan para sandera.
Diketahui, Hamas masih menyandera 50 orang di Gaza, yang di mana sekitar 20 orang dipercaya masih hidup.
Di saat yang bersamaan, keluarga para sandera memimpin protes di luar kantor Netanyahu, menyerukan pemerintah untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, yang sudah menewaskan lebih dari 60 ribu orang rakyat Palestina sejak Oktober 2023.***
Artikel Terkait
AM Hendropriyono: Iran Percaya Diri, Hamas Makin Kuat, Tapi Jalan Damai Palestina Tetap Lewat Politik
Tanggapi AM Hendropriyono, Pejabat Kepresidenan Palestina Ungkap Hamas Mulai Ditinggalkan Rakyat Palestina
Presiden AS Donald Trump Desak Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata 60 Hari di Jalur Gaza
Hamas Pelajari Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza yang Diusulkan Presiden AS Donald Trump
639 Hari Peperangan dengan Israel, Hamas Sambut 'Positif' Proposal Gencatan Senjata di Jalur Gaza