SENAYANPOST - Setidaknya lima lokasi militer di Israel berhasil dihantam oleh rudal balistik Iran selama perang 12 hari menurut sebuah laporan.
Laporan tersebut diperoleh dari harian The Telegraph yang mengutip data satelit yang dibagikan oleh Universitas Negeri Oregon.
Rincian serangan terhadap pangkalan Pasukan Pertahanan Israel atau IDF dan lokasi sensitif lainnya dicegah untuk dipublikasikan di Israel karena aturan sensor militer.
Bukan tanpa alasan, pihak berwenang berpendapat bahwa lokasi tersebut dapat digunakan oleh Iran untuk mengkalibrasi rudalnya dengan lebih baik.
Namun menurut outlet berita Inggris tersebut, pangkalan yang menjadi sasaran termasuk pangkalan udara Tel Nof, pangkalan intelijen Glilot, dan pangkalan produksi senjata dan persenjataan Zipporit.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Times of Israel pada 6 Juli 2025 , lima pangkalan IDF diserang dengan total enam roket selama perang antara Israel dan Iran, yang diluncurkan oleh Israel pada tanggal 13 Juni untuk membongkar program nuklir dan rudal Republik Islam tersebut.
Selain enam roket yang dikatakan telah menghantam pangkalan militer, 36 rudal lainnya menghantam Israel, setelah lolos dari intersepsi pertahanan udara Israel dan AS, menewaskan 28 orang dan merusak 2.305 rumah di 240 gedung, bersama dengan dua universitas dan sebuah rumah sakit, dan menyebabkan lebih dari 13.000 warga Israel mengungsi.
Secara total, Iran meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik ke Israel selama perang 12 hari itu, Republik Islam itu juga meluncurkan sekitar 1.100 pesawat tanpa awak, yang hanya satu yang menghantam Israel.
Baca Juga: Dubes Iran untuk Indonesia Sebut Rezim Zionis Israel Mulai Was-was, Tekankan Persatuan Negara Islam
Meskipun tingkat keberhasilan intersepsi secara keseluruhan tinggi, laporan itu menemukan bahwa semakin banyak rudal yang berhasil lolos dari sistem pertahanan setiap hari selama delapan hari pertama perang.
Secara keseluruhan, The Telegraph mengatakan analisis datanya menunjukkan bahwa pada hari ketujuh perang, sekitar 16 persen rudal berhasil lolos dari sistem pertahanan udara Israel dan AS.
Alasan penurunan intersepsi tidak jelas, kata The Telegraph, tetapi disebutkan bahwa Israel mungkin memilih untuk menyimpan rudal pencegatnya untuk saat-saat yang paling dibutuhkan.
The Wall Street Journal telah melaporkan selama perang bahwa Israel kehabisan rudal pencegat Arrow, dan bahwa Israel perlu mulai memilih dan memilah rudal mana yang akan dicegat dan mana yang akan dibiarkan lewat.
Artikel Terkait
Menlu Abbas Araghchi Ungkap Kerusakan Situs Nuklir Iran di Fordow Usai Dibombardir AS
Pentagon AS Sebut Program Nuklir Iran Tertunda hingga Dua Tahun
Kedubes Iran di Jakarta Gelar Peringatan para Syuhada Korban Agresi Israel, Singgung soal Abainya Lembaga Internasional dan Negara Pengusung HAM
Dubes Mohammad Boroujerdi Apresiasi Antusiasme dan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Iran pasca Agresi Israel
Dubes Iran untuk Indonesia Sebut Rezim Zionis Israel Mulai Was-was, Tekankan Persatuan Negara Islam