SENAYANPOST - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta gelar peringatan para syuhada yang menjadi korban agresi Israel belum lama ini.
Dalam pernyataan resminya, Kedubes Iran di Jakarta menyampaikan bahwa agresi Israel tersebut merenggut banyak korban, di antaranya anak-anak, perempuan, ilmuwan, dan petinggi militer Iran.
"Agresi brutal rezim penjajah dan pembunuh Zionis yang secara terang-terangan melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan kedaulatan nasional Iran, telah meninggalkan noda hitam yang tak akan terlupakan dalam sejarah kontemporer," bunyi pernyataan resmi Kedubes Iran di Jakarta pada 3 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com.
Iran juga menyinggung serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir damai yang dimiliki negara tersebut.
Baca Juga: Pentagon AS Sebut Program Nuklir Iran Tertunda hingga Dua Tahun
"Pada saat yang sama, serangan langsung dan memalukan AS terhadap fasilitas nuklir damai Republik Islam Iran adalah bukti lain dari keruntuhan moral dan keberanian buta negara-negara tanpa ragu meninggalkan jalur diplomasi dan memilih jalan peperangan serta penghancuran," lanjutnya.
Lebih lanjut, serangan AS dan Israel terhadap Iran telah melanggar resolusi internasional.
"Serangan ini tidak hanya merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi-resolusi internasional, tetapi juga bukti nyata keterlibatan aktif Washington dalam proyek pertumpahan darah dan penghancuran yang dijalankan oleh Tel Aviv," jelasnya.
Dalam kesempatan itu pula, Kedubes Iran di Jakarta menegaskan bahwa rakyat Iran akan tetap berdiri teguh dan tangguh dalam menghadapi setiap bentuk agresi dan konspirasi.
Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Ungkap Kerusakan Situs Nuklir Iran di Fordow Usai Dibombardir AS
"Kami menganggap hak sah kami berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai perlindungan yang tak tergoyahkan, dan kami tidak akan pernah diam dalam membela darah orang-orang yang tidak bersalah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Iran juga menyinggung soal sikap abai lembaga-lembaga internasional dan negara-negara yang mengklaim Hak Asasi Manusia (HAM) dalam agresi Israel ke Iran ini.
"Tanpa diragukan, sikap diam dan ketidakpedulian lembaga-lembaga internasional serta negara-negara yang mengklaim membela hak asasi manusia terhadap kejahatan mengerikan ini tidak hanya memperkuat para penjahat, tetapi juga mendorong dunia ke arah kegelapan dan ketidakstabilan yang belum pernah terjadi sebelumnya," jelasnya.
Terakhir, Iran menegaskan kembali tanggung jawab kolektif pemerintah dan bangsa-bangsa merdeka, serta masyarakat internasional untuk mengungkap wajah asli rezim Zionis Israel agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan.***
Artikel Terkait
AM Hendropriyono: Negara Arab Gelisah dengan Iran Gegara Ini, Persatuan Militer Jadi Taruhan Besar
AM Hendropriyono's Views on the Israeli-Iranian War and the Condition of Palestine, Iran is a Strong and Disciplined Nation
Iran Kembangkan Teknologi Roket Berkecepatan Mach 15, Analis Intelijen Soroti Daya Ledak dan Proyeksi Konflik
Menlu Abbas Araghchi Ungkap Kerusakan Situs Nuklir Iran di Fordow Usai Dibombardir AS
Pentagon AS Sebut Program Nuklir Iran Tertunda hingga Dua Tahun