471 Hari Genosida di Gaza, Abu Ubaidah: Operasi Badai Al Aqsa Tancapkan Paku Terakhir di Peti Mati Pendudukan Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 20 Januari 2025 | 17:50 WIB
Abu Ubaidah sampaikan pidato usai 471 hari genosida di Gaza, operasi Badai Al Aqsa tancapkan paku terakhir di peti mati pendudukan Israel. (Al Qassam Brigades)
Abu Ubaidah sampaikan pidato usai 471 hari genosida di Gaza, operasi Badai Al Aqsa tancapkan paku terakhir di peti mati pendudukan Israel. (Al Qassam Brigades)

SENAYANPOST - Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Ubaidah menyampaikan bahwa operasi Badai Al Aqsa yang berlangsung 471 menancapkan paku terakhir di peti mati pendudukan Israel.

Operasi Badai Al Aqsa yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 menandakan kemunduran besar bagi Zionisme.

Senada dengan Abu Ubaidah, sejarawan Israel Ilan Pappe juga mengatakan bahwa ini adalah fase Zionisme yang berlangsung hampir delapan dekade ini.

15 bulan melawan tentara Israel di Jalur Gaza, Abu Ubaidah juga menyampaikan apresiasi kepada ketabahan dan kesabaran rakyat Palestina.

Baca Juga: Qatar Umumkan Gencatan Senjata di Gaza Berlaku 19 Januari 2025 Pukul 08.30 Waktu Setempat

"Empat ratus tujuh puluh satu hari telah berlalu sejak Pertempuran Badai Al Aqsa yang bersejarah, yang tidak diragukan lagi menjadi paku terakhir di peti mati pendudukan yang kini sedang menuju kehancuran," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 19 Januari 2025.

Juru bicara sayap militer Hamas itu menekankan bahwa faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza, selama satu tahun tiga bulan terakhir mengirim pesan kepada dunia bahwa pendudukan Israel adalah kebohongan besar.

"Meskipun ada konfrontasi yang tidak seimbang dalam hal kemampuan militer dan etika tempur," tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa kesepakatan gencatan senjata bisa saja dibuat setahun lalu jika sejalan dengan ambisi Netanyahu.

Baca Juga: Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata di Gaza, Wamenlu Anis Matta: Dunia Internasional Wajib Hukum Israel

"Pertempuran Badai Al Aqsa dimulai dari pinggiran Gaza, tetapi telah mengubah wajah wilayah tersebut dan memperkenalkan persamaan baru dalam konflik dengan entitas pendudukan … Kami berjuang bersama semua faksi perlawanan sebagai front persatuan di seluruh Gaza, memberikan pukulan yang menghancurkan bagi musuh," jelasnya.

Pejabat perlawanan itu juga berbicara tentang pengorbanan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh rakyat Gaza, yang telah menjadi sasaran dari apa yang digambarkan sebagai genosida pertama di dunia yang disiarkan langsung.

"Kami merasakan penderitaan luar biasa yang dialami rakyat kami, yang merupakan harga untuk membebaskan tanah, rakyat, dan tempat-tempat suci," ujarnya.

Abu Ubaidah menambahkan bahwa pengorbanan besar dan darah yang ditumpahkan oleh rakyat Palestina tidak akan sia-sia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X