Israel Penjajah dan Hamas Resmi Gencatan Senjata di Gaza, Ini Isi Kesepakatannya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 16 Januari 2025 | 14:42 WIB
Ilustrasi, Israel penjajah dan Hamas resmi sepakati gencatan senjata di Gaza, berikut ini isi dari kesepakatannya. (Pexels.com/Mohammed Abubakr )
Ilustrasi, Israel penjajah dan Hamas resmi sepakati gencatan senjata di Gaza, berikut ini isi dari kesepakatannya. (Pexels.com/Mohammed Abubakr )

SENAYANPOST - Israel penjajah dan gerakan Hamas akhirnya sepakati gencatan senjata di Gaza belum lama ini.

Setelah pembantaian terjadi lebih dari 460 hari, akhirnya Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang akan dilaksanakan dalam beberapa tahap.

Lebih lanjut, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata akan berlaku mulai Minggu, 19 Januari 2025.

Israel mengatakan bahwa beberapa rincian akhir masih ada, dan pemungutan suara pemerintah Israel diharapkan pada hari Kamis.

Baca Juga: Sejarawan Israel Ilan Pappe: Ini Fase Terakhir Zionisme

Kesepakatan itu mencakup gencatan senjata sementara yang, untuk saat ini, akan mengakhiri kehancuran yang menimpa Gaza, serta pembebasan tawanan yang ditahan di Gaza dan banyak tahanan yang ditahan oleh Israel.

Kesepakatan itu juga akan memungkinkan warga Palestina yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka, meskipun setelah kampanye penghancuran yang disengaja oleh Israel, banyak rumah tidak lagi tersisa.

Fase pertama

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera, fase awal akan berlangsung selama enam minggu, dan akan melibatkan pertukaran tahanan terbatas, penarikan sebagian pasukan Israel di Gaza, dan lonjakan bantuan ke daerah kantong itu.

Tiga puluh tiga tawanan Israel, termasuk wanita, anak-anak, dan warga sipil berusia di atas 50 tahun, yang diambil selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, akan dibebaskan.

Baca Juga: Joe Biden Kirim Tentara Atasi Penjarahan di Los Angles 

Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina selama fase ini, termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Di antara warga Palestina yang dibebaskan ada sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober.

Bersamaan dengan pertukaran tawanan, Israel akan menarik pasukannya dari pusat populasi Gaza ke daerah yang tidak lebih dari 700 meter di dalam perbatasan Gaza dengan Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X