80 Persen Tenda Pengungsian di Gaza Hancur Akibat Musim Dingin Parah

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 1 Januari 2025 | 20:06 WIB
Sekitar 80 persen tenda pengungsian di Gaza mengalami kehancuran akibat musim dingin yang parah beberapa minggu terakhir. (X.com/@UNRWA)
Sekitar 80 persen tenda pengungsian di Gaza mengalami kehancuran akibat musim dingin yang parah beberapa minggu terakhir. (X.com/@UNRWA)

SENAYANPOST - Sekitar 80 persen tenda pengungsian di Jalur Gaza mengalami kehancurkan akibat musim dingin yang parah.

Musim dingin kali ini tentu saja menambah penderitaan warga di Gaza di tengah perang yang terus berlanjut.

Diketahui, pembantaian penjajah Israel di Gaza telah memasuki hari ke-453.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 30 Desember bahwa jumlah kematian akibat kondisi cuaca ekstrem telah mencapai tujuh orang, dan menambahkan bahwa jumlah korban diperkirakan akan bertambah.

Salah satu dari beberapa korban cuaca dingin adalah seorang bayi, menurut sumber medis yang dikutip oleh kantor berita WAFA.

Baca Juga: Laporan: Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Terhenti, Hamas dan Israel Penjajah Temui Jalan Buntu

"Kami telah memperingatkan lebih dari satu kali tentang bahaya datangnya depresi, musim dingin, dan gelombang es, yang bertepatan dengan kenyataan tragis yang dialami oleh rakyat kami, yang menjadi sasaran pembunuhan, genosida, dan penghancuran rumah serta sektor vital," bunyi pernyataan Pemerintah Gaza sebagaimana dikutip SenayanPost.com pada 31 Desember 2024.

Kantor media mengumumkan sehari sebelumnya bahwa sekitar 110.000 tenda dari 135.000 tenda 'usang' dan 'tidak layak' untuk warga Palestina yang mengungsi.

Pada akhir November, lebih dari 80 persen tenda pengungsian di Gaza telah terdampak parah oleh cuaca dan kurangnya fasilitas penting untuk mengatasinya.

Rekaman video dari tanggal 30 Desember dan 24 jam terakhir menunjukkan banyak tenda, yang sebagian besar terbuat dari kain, basah kuyup oleh air hujan, atau terendam di daerah yang terendam banjir.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Tunjuk Puluhan Petinggi Militer Suriah dari HTS dan Warga Negara Asing

Ratusan tenda telah hancur sejak Minggu malam, khususnya di Deir al-Balah di Gaza tengah dan daerah Al-Mawasi-Khan Yunis di selatan.

"Bayi-bayi di Gaza mati kedinginan karena cuaca dingin dan kurangnya tempat berteduh … Selimut, matras, dan perlengkapan musim dingin lainnya telah tertahan di wilayah tersebut selama berbulan-bulan sambil menunggu persetujuan untuk masuk ke Gaza," kata Komisaris Jenderal UNRWA Phillipe Lazzarini minggu lalu.

Lazzarini merujuk pada penutupan semua penyeberangan perbatasan oleh Israel dan pencegahan berkelanjutan terhadap masuknya bantuan penting ke wilayah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X