SENAYANPOST - Awal 2025, perundingan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel penjajah masih berlangsung.
Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) mengungkapkan bahwa negosiasi antara Hamas dan Israel kembali menemui jalan buntu.
Laporan WSJ terkait perkembangan perundingan gencatan senjata ini bersumber dari 'mediator Arab'.
"Menemui jalan buntu dalam beberapa hari terakhir," kata sumber tersebut sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Quds News Network pada 1 Januari 2025.
WSJ mengatakan kedua belah pihak sedang mempertimbangkan gencatan senjata selama 60 hari di mana hingga 30 tawanan Israel yang ditahan di Gaza akan dibebaskan.
Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan tahanan Palestina dan mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan mengalir ke Gaza, kata para mediator.
Namun, perundingan kini terhenti, karena mereka semakin mendalami hal-hal spesifik, tambah laporan itu.
"Para mediator mengatakan Israel bersikeras bahwa mereka hanya menerima sandera hidup dalam pertukaran apa pun dan menolak menyetujui pembebasan beberapa tahanan Palestina yang diminta oleh Hamas," lanjut laporan tersebut.
Baca Juga: WHO Kutuk Keras Agresi Israel Penjajah ke RS Kamal Adwan di Gaza Utara: Kengerian Ini Harus Berakhir
Hamas juga menuntut gencatan senjata menjadi 'jalan menuju berakhirnya perang', tambahnya.
Menurut WSJ, seorang pejabat AS mengatakan struktur kesepakatan potensial belum berubah sejak musim semi, tetapi isu paling signifikan yang kini memisahkan kedua belah pihak adalah tentang tawanan dan tahanan.
Ditambahkan pula bahwa mediator Arab mengatakan mereka berharap kedua belah pihak akan kembali ke meja perundingan setelah pemerintahan baru mengambil alih di Washington.***
Artikel Terkait
Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Qatar Tangguhkan Upaya Mediasi Israel-Hamas
Qatar Bantah Usir Hamas dari Doha Usai Tangguhkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza
Kabinet Israel Bahas Gencatan Senjata di Lebanon Usai Hizbullah Kirim Ratusan Roket ke Tel Aviv
Hamas Sebut Gencatan Senjata di Gaza Makin Dekat Jika Israel Penjajah Tak Lakukan Hal Ini
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Sepakat Pentingnya Gencatan Senjata di Gaza Palestina