Hari ke-435, Hamas Tegaskan Ingin Akhiri Perang di Jalur Gaza dengan Israel

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 21:06 WIB
Gerakan Hamas tegaskan ingin akhir perang di Jalur Gaza di tengah negosiasi gencatan senjata dengan Israel. (Hamas Info)
Gerakan Hamas tegaskan ingin akhir perang di Jalur Gaza di tengah negosiasi gencatan senjata dengan Israel. (Hamas Info)

SENAYANPOST - Gerakan Hamas kembali menegaskan komitmennya untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza dengan penjajah Israel.

Memasuki hari ke-435, belum ada tanda-tanda Israel penjajah menurunkan eskalasi perang di daerah kantong tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas menekankan keterbukaannya terhadap inisiatif yang serius dan tulus dari Israel.

Hal ini disampaikan gerakan tersebut di saat hari jadinya yang ke-37 tahun dan di tengah negosiasi gencatan senjata.

Baca Juga: Jet Israel Serang Damaskus Usai Bashar Al Assad Lengser, Netanyahu: Kami Kirimkan Tangan Perdamaian

"Inisiatif yang serius dan tulus untuk menghentikan agresi dan kejahatan pendudukan terhadap rakyat kami, sambil dengan tegas mematuhi hak, prinsip, dan aspirasi rakyat Palestina," bunyi pernyataan resmi Hamas pada 14 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Monitor.

Hamas tidak secara langsung menanggapi klaim oleh outlet berita Israel Walla bahwa Tel Aviv telah mengajukan proposal terbaru minggu lalu untuk membebaskan sebagian dari sekitar 100 tawanan Israel yang ditahan oleh Hamas, ditambah dengan perjanjian gencatan senjata.

Menurut laporan tersebut, pejabat Israel menuduh bahwa Hamas menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar dan kemauan untuk mempertimbangkan bahkan perjanjian parsial.

Baca Juga: Hamas Desak Dunia Internasional Investigasi Israel Atas Penggunaan Senjata Terlarang di Gaza Utara

Secara terpisah, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengklaim pada hari Sabtu bahwa kesepakatan pertukaran sandera antara Hamas dan Israel sudah dekat, meskipun tidak ada konfirmasi resmi yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa rakyat Palestina memiliki hak dan kemampuan serta kehendak bebas untuk menentukan nasib sendiri.

"Hak, kemampuan, dan kehendak bebas mutlak untuk menentukan masa depan mereka dan mengatur urusan internal mereka secara independen," lanjutnya.

Hamas juga setiap proyek internasional atau Zionis yang bertujuan untuk mendikte masa depan Gaza sesuai dengan kepentingan pendudukan.

Baca Juga: Solusi Dua Negara Palestina dan Israel Buntu, Arab Saudi Tinggalkan Perjanjian Pertahanan dengan AS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Monitor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X