Tahun 2019 Israel Akui Pasok Senjata ke Pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 1 Desember 2024 | 18:07 WIB
Ilustrasi, pada tahun 2019 Israel mengakui pasok senjata ke kelompok pemberontak Suriah sebagaimana disampaikan oleh Kepala IDF Gadi Eisenkot. (Pixabay.com)
Ilustrasi, pada tahun 2019 Israel mengakui pasok senjata ke kelompok pemberontak Suriah sebagaimana disampaikan oleh Kepala IDF Gadi Eisenkot. (Pixabay.com)

SENAYANPOST - Mantan Kepala IDF Gadi Eisenkot mengakui pertama kalinya pada 2019 bahwa Israel pasok senjata ke pemberontak Suriah.

Israel diketahui memasok senjata kepada kelompok pemberontak Suriah di Dataran Tinggi Golan selama perang saudara tujuh tahun di negara itu.

Sebelumnya, Israel menyatakan bahwa mereka memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok oposisi Suriah di seberang perbatasan alih-alih memasok senjata.

Dalam sebuah wawancara di British Sunday Times, sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai kepala staf, Eisenkot mengatakan bahwa Israel memang telah menyediakan senjata ringan kepada kelompok pemberontak di sepanjang perbatasan, dengan mengatakan bahwa itu adalah 'untuk membela diri'.

Baca Juga: Aleppo Kembali Membara

Pasokan senjata Israel kepada kelompok-kelompok oposisi ini telah dilaporkan selama bertahun-tahun — baik oleh tentara Suriah, yang ingin mendiskreditkan para pemberontak sebagai antek Zionis, dan oleh kelompok-kelompok oposisi, yang tertarik untuk memperluas kerja sama mereka dengan Israel dalam perang melawan Presiden Suriah Bashar Assad.

Tetapi tidak pernah dikonfirmasi oleh pejabat Israel.

Pengakuan Eisenkot di Sunday Times tampaknya menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam militer dan lembaga pertahanan Israel untuk lebih terbuka tentang aktivitas IDF melawan Iran di Suriah.

Saat kepala militer yang akan lengser melakukan wawancara perpisahan dengan media Israel dan internasional, semakin banyak informasi yang sebelumnya dirahasiakan tentang perang IDF melawan pertahanan militer Iran di Suriah telah muncul.

Baca Juga: AS Setujui Paket Amunisi dan Bom Kecil ke Israel Penjajah Senilai Rp10,7 Triliun

Dalam penampilannya di media, Eisenkot mengakui bahwa IDF melakukan ratusan serangan di Suriah — dalam beberapa wawancara, jumlah yang diberikan adalah 200, dalam yang lain 400 — dan menjatuhkan 2.000 bom di target Iran pada tahun 2018 saja.

"Kami melakukan ribuan serangan (dalam beberapa tahun terakhir) tanpa bertanggung jawab dan tanpa meminta pujian," kata Gadi Eisenkot pada 14 Januari 2019, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga mencabut kebijakan 'pengakuan umum, ambiguitas khusus' di Suriah, yang menurut Israel memang melakukan operasi di Suriah, tanpa mengklaim serangan individu.

Pada hari Minggu, Netanyahu mengatakan bahwa IDF telah mengebom gudang senjata Iran di Bandara Internasional Damaskus dua hari sebelumnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X