SENAYANPOST - Pemilu AS 2024 mendapat sorotan dari masyarakat dunia.
Kali ini, Pemilu AS 2024 menghadirkan empat calon presiden dan calon wakil presiden.
Namun, dua kandidat, yaitu Kamala Harris dan Donald Trump menjadi sorotan karena keduanya diprediksi akan bersaing dengan ketat.
Menarik untuk disimak bagaimana rencana kebijakan luar negeri AS jika salah satunya memenangkan Pemilu AS 2024.
Berikut ini kebijakan luar negeri antara Kamala Harris dan Donald Trump dalam kampanye presiden di Pemilu AS 2024 sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Reuters.
Baca Juga: Ajudan Netanyahu Ditangkap Gegara Bocorkan Intel Terkait Gencatan Senjata di Gaza
Harris mendukung bantuan AS yang berkelanjutan untuk Ukraina saat negara itu memerangi invasi Rusia.
Ia membantu Biden menggalang sekutu di Eropa untuk mendukung Ukraina, termasuk mengatur sanksi terhadap ekspor dan pejabat Rusia, dan telah bertemu tujuh kali dengan Presiden Ukraina Vlodymyr Zelenskiy.
Ia menyebut saran agar Ukraina menyerahkan wilayahnya untuk mengamankan perdamaian sebagai 'proposal penyerahan diri'.
Trump telah menyerukan perdamaian yang dinegosiasikan antara Ukraina dan Rusia, sebuah posisi yang menunjukkan bahwa sebagian wilayah Ukraina pada akhirnya dapat berakhir di bawah kendali Rusia.
Ia mengatakan tidak akan memberikan lebih banyak uang kepada Ukraina dan menentang undang-undang bantuan di Kongres.
Trump sejak itu menyatakan keamanan Ukraina merupakan kepentingan penting AS.
Ia mengatakan ia dapat mengakhiri perang dalam waktu 24 jam, meskipun belum mengatakan caranya.
Artikel Terkait
Khawatir Kalah Pemilu AS, Joe Biden Ogah Dukung Netanyahu Perang Panjang di Palestina
Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon
Hamas Tuding Israel Tidak Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Hanya Kamuflase
Hadapi Hizbullah, 50 Ribu Tentara Israel Gagal Rebut Satu Kota pun di Lebanon
Ajudan Netanyahu Ditangkap Gegara Bocorkan Intel Terkait Gencatan Senjata di Gaza