SENAYANPOST - Setelah beberapa minggu agresi Israel ke Lebanon, tentara pendudukan gagal merebut satu kota pun di sana.
Israel nyatanya menghadapi perlawanan sengit Hizbullah terutama di Lebanon Selatan.
Hal ini disampaikan sendiri oleh salah satu media Israel Yedioth Ahronoth belum lam aini.
Yedioth Ahronoth mencatat bahwa setelah sebulan operasi yang melibatkan lima divisi, tiga kali lipat kekuatan yang digunakan dalam perang 2006, Israel gagal mengamankan pijakan di daerah tersebut.
Baca Juga: Hamas Tuding Israel Tidak Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Hanya Kamuflase
Menurut laporan tersebut, strategi taktis yang efektif Hizbullah merupakan faktor kunci, termasuk pertahanan berlapis dengan amunisi presisi yang menargetkan kendaraan lapis baja dan tentara Israel.
Militer Israel juga kesulitan memetakan posisi Hizbullah dan menetralisir pesawat nirawak kecil yang sulit ditangkap.
Hizbullah baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan banyak kendaraan Israel sejak invasi darat dimulai, termasuk 42 tank Merkava, 4 buldoser, 2 Hummer, sebuah kendaraan lapis baja, dan sebuah pengangkut pasukan.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa lebih dari 95 tentara Israel telah tewas dan 900 lainnya terluka, dengan tiga pesawat nirawak Hermes-450 dan dua pesawat nirawak Hermes-900 juga jatuh.
Baca Juga: Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon
Kolonel Jack Neriya, mantan penasihat Perdana Menteri pendudukan Israel Yitzhak Rabin, mengomentari taktik Hizbullah, menjelaskan bahwa para pejuang sengaja membiarkan pasukan pendudukan Israel maju sebelum menjebak mereka dalam penyergapan, yang menciptakan tantangan signifikan bahkan bagi unit elit seperti Golani.
Neriya memperingatkan bahwa pendekatan ini dapat menyebabkan lebih banyak korban bagi pasukan Israel daripada dalam perang mana pun sejak akhir 1940-an.
Sementara itu, pasukan infanteri Israel yang menyerang lingkungan timur desa perbatasan Lebanon selatan Khiam selama dua hari terakhir terpaksa mundur dan menarik diri di tengah kegagalannya untuk menyerbu kota itu, sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English pada 2 November 2024.
Penarikan pasukan dimulai lewat tengah malam pada hari Kamis, ketika pasukan Israel menutupi jejak mereka dengan sekitar 40 proyektil fosfor putih dan peluru artileri, di samping serangkaian serangan udara.
Artikel Terkait
Hizbullah Ungkap Kerugian Besar Israel di Lebanon Usai 3 Minggu Agresi Militer
Israel Serang Iran, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Ultimatum Israel dan AS, Bakal Terima Respons yang Menghancurkan
Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon
Hamas Tuding Israel Tidak Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Hanya Kamuflase