SENAYANPOST - Pemilu AS 2024 sebentar lagi akan dilaksanakan dengan menghadirkan kandidat capres Donald Trump, Kamala Harris, dan Jill Stein.
Banyak yang sangsi Donald Trump dan Kamala Harris akan membawa perubahan baru terhadap situasi perang yang berlangsung antara Israel vs Palestina dan Lebanon di Timur Tengah.
Kira-kira, apa saja kebijakan Donald Trump dan Kamala Harris terkait situasi perang di Timur Tengah?
Mari kita simak ulasannya di bawah ini.
Baca Juga: Link Nonton dan Spoiler Jeongnyeon Star is Born Episode 8 Sub Indo, Tayang Malam Ini
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera, Harris dan Trump sama-sama tegas dalam mendukung Israel.
Oleh karena itu, sebagian besar warga Palestina dan dunia Arab yang lebih luas tidak melihat prospek perang akan berakhir dengan terpilihnya salah satu kandidat.
Namun, keduanya tidak menawarkan solusi untuk mengakhiri perang.
Donald Trump
Trump secara vokal mengutuk kelompok Palestina, Hamas, yang serangannya terhadap desa-desa dan pos-pos militer di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, berakhir dengan kematian 1.139 orang dan penangkapan 251 orang dan memicu perang Israel di Gaza.
Dia tidak banyak menunjukkan simpati kepada rakyat Gaza.
Lebih dari 43.000 warga Palestina di daerah kantong yang terkepung itu telah tewas dalam perang tahun lalu.
Selama pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada bulan Juli, Trump mendesak pemimpin Israel itu untuk "meraih kemenangannya" atas Hamas.
Dia mengatakan pembunuhan di Gaza harus dihentikan tetapi Netanyahu "tahu apa yang dia lakukan".
Artikel Terkait
Israel Serang Situs Militer Iran di Tengah Kekhawatiran Konflik Regional
Iran Apresiasi Kecaman Indonesia atas Serangan Israel ke Wilayah Iran
Hizbullah Ungkap Kerugian Besar Israel di Lebanon Usai 3 Minggu Agresi Militer
Israel Serang Iran, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Ultimatum Israel dan AS, Bakal Terima Respons yang Menghancurkan