Kesaksian Dua Prajurit UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Tank Merkava Israel di Lebanon

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 20:03 WIB
Berikut kesaksian dua prajurit pasukan penjaga perdamaian atau UNIFIL di Lebanon saat diserang tank Merkava Israel. (Tangkapan layar YouTube UNIFIL)
Berikut kesaksian dua prajurit pasukan penjaga perdamaian atau UNIFIL di Lebanon saat diserang tank Merkava Israel. (Tangkapan layar YouTube UNIFIL)

"Ketika selongsong tank meledak di dalam, kami mencoba melompat ke lantai yang lebih rendah dan mencari jalan keluar," jelasnya.

Nofrian mengaku melompat dari lantai 4 ke lantai yang lebih rendah dan sempat berguling.

Baca Juga: Menlu Sugiono Temui Sekjen Organisasi Pembebasan Palestina di Tengah KTT BRICS Plus, Sampaikan Tiga Hal Ini

Ia mengaku khawatir ada serangan lanjutan setelah insiden tersebut.

"Saya lompat dari lantai 4, ke lantai 3, dan lompat lagi ke lantai 2, berguling, takut ada serangan kedua," terangnya.

Pada akhirnya dua prajurit sampai di tempat perlindungan dan dibawa ke rumah sakit.

"Akhirnya kami sampai di shelter dan dievakuasi oleh tim rumah sakit," ujarnya.

10 hari kemudian, Nofrian dan Eggy kembali bertugas seperti biasa menjaga perdamaian di perbatasan Lebanon dan Israel atau dikenal dengan Garis Biru.

"Setelah insiden itu, kami berada dalam perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit UNIFIL dan kami kembali dengan kondisi yang sangat baik," kata Pratu Eggy.

Baca Juga: Jadwal Tayang Drakor Doubt Episode 5 Lengkap dengan Spoiler!

Mereka menegaskan sebagai pasukan perdamaian, mereka siap untuk melaksanakan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

"Sebagai penjaga perdamaian UNIFIL, kami siap untuk melaksanakan misi dan menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," jelas Eggy.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: UNIFIL

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X