"Ketika selongsong tank meledak di dalam, kami mencoba melompat ke lantai yang lebih rendah dan mencari jalan keluar," jelasnya.
Nofrian mengaku melompat dari lantai 4 ke lantai yang lebih rendah dan sempat berguling.
Ia mengaku khawatir ada serangan lanjutan setelah insiden tersebut.
"Saya lompat dari lantai 4, ke lantai 3, dan lompat lagi ke lantai 2, berguling, takut ada serangan kedua," terangnya.
Pada akhirnya dua prajurit sampai di tempat perlindungan dan dibawa ke rumah sakit.
"Akhirnya kami sampai di shelter dan dievakuasi oleh tim rumah sakit," ujarnya.
10 hari kemudian, Nofrian dan Eggy kembali bertugas seperti biasa menjaga perdamaian di perbatasan Lebanon dan Israel atau dikenal dengan Garis Biru.
"Setelah insiden itu, kami berada dalam perawatan intensif selama tiga hari di rumah sakit UNIFIL dan kami kembali dengan kondisi yang sangat baik," kata Pratu Eggy.
Baca Juga: Jadwal Tayang Drakor Doubt Episode 5 Lengkap dengan Spoiler!
Mereka menegaskan sebagai pasukan perdamaian, mereka siap untuk melaksanakan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
"Sebagai penjaga perdamaian UNIFIL, kami siap untuk melaksanakan misi dan menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," jelas Eggy.***
Artikel Terkait
2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
TNI Konfirmasi 2 Prajurit Bertugas di UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Israel, Begini Kondisinya
KSAD Tanggapi Rencana Penambahan Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon
Israel Penjajah Kembali Serang UNIFIL, Dua Kamera Hancur dan Menara Pengawas Rusak
Israel Penjajah Terancam Bangkrut, Perang di Gaza dan Lebanon Habiskan Rp2 Triliun per Hari