KSAD Tanggapi Rencana Penambahan Pasukan Penjaga Perdamaian UNIFIL di Lebanon

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:11 WIB
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tanggapi rencana untuk menambah prajurit TNI di UNIFIL yang kini bertugas di Lebanon. (Instagram.com/@tni_angkatan_darat)
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak tanggapi rencana untuk menambah prajurit TNI di UNIFIL yang kini bertugas di Lebanon. (Instagram.com/@tni_angkatan_darat)

SENAYANPOST - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi rencana penambahan prajurit untuk pasukan penjaga perdamaian PBB atau UNIFIL di Lebanon.

Maruli mengatakan bahwa ia menunggu instruksi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengenai hal ini.

Lebih lanjut, Maruli juga mengatakan bahwa insiden penembakan yang melukai dua prajurit TNI saat bertugas di Lebanon dibahas dalam pertemuan.

"Itu yang mengelola semua dari Panglima TNI, kalau saya hanya posisi bersiap," kata Maruli Simanjuntak pada 13 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: TNI Konfirmasi 2 Prajurit Bertugas di UNIFIL yang Jadi Korban Serangan Israel, Begini Kondisinya

"Jadi kalau bagaimana, itu tentu akan dibahas di tingkat Mabes TNI," tambahnya.

Ia berharap insiden tersebut tidak terulang. Namun, menurut pemantauan SenayanPost.com, IDF atau tentara Israel kembali menembaki markas UNIFIL di Lebanon.

Kali ini melukai dua prajurit dari Sri Lanka.

"Jadi mudah-mudahan bisa tetap aman dan TNI bisa bekerja seperti biasa," harapnya.

Terlukanya dua prajurit saat bertugas di UNIFIL akan menjadi evaluasi pihak TNI.

"Kalau cedera personel kemarin tentu akan jadi bahan evaluasi, kami mencoba memikirkan agar tidak terjadi hal yang lebih fatal lagi ke depannya," ujarnya.

Baca Juga: 2 Prajurit UNIFIL Jadi Korban Serangan Israel di Lebanon, Menlu Retno Sebut Pelanggaran Hukum Internasional

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto menerangkan bahwa dua prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel di Naqoura, Lebanon Selatan.

"Pada Kamis, 10 Oktober 2024 pukul 05.05 waktu setempat di Tower Pengamatan (OP 14) Naqoura telah terjadi aktivitas saling tembak antara IDF dan Hizbullah, terdengar ledakan dari kedua belah pihak," kata Hariyanto pada 10 Oktober 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X