SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Hamas membantah tudingan Israel penjajah yang menyebut adanya teroris yang bersembunyi di balik warga sipil yang mengungsi di sekolah Al Tabiin, Kota Gaza belum lama ini.
Menanggapi tudingan Israel, anggota Biro Politik Hamas, Izzat Al Rishq menegaskan bahwa pembantaian yang dilakukan Zionis di sekolah Al Tabiin merupakan genosida dan eskalasi berbahaya.
Setidaknya pembantaian tersebut telah menewaskan hampir 100 orang dalam serangan udara yang dilancarkan Israel saat warga melaksanakan salat subuh dengan senjata canggih kiriman Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Israel Penjajah Klaim Tewaskan 19 Teroris di Sekolah Al Tabiin, 100 Orang Lebih Warga Gaza Syahid
Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan 11 anak-anak dan enam wanita termasuk di antara 93 warga Palestina yang tewas di tempat penampungan sekolah, seraya menambahkan bahwa ada banyak bagian tubuh yang tidak teridentifikasi.
Al Rishq menuduh pasukan pendudukan Israel membuat alasan tak berdasar untuk membenarkan serangan mereka terhadap warga sipil, sekolah, rumah sakit, dan tenda pengungsi, dengan menegaskan bahwa tidak ada pejuang Perlawanan di dalam sekolah Al Tabiin.
Militer pendudukan Israel mengklaim telah menewaskan sedikitnya 19 pejuang Hamas dan Jihad Islam Palestina yang beroperasi dari pusat komando dan kendali yang terletak di sekolah tersebut.
Baca Juga: Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza
Hamas juga mengklaim bahwa serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga amunisi presisi, dan menambahkan bahwa tidak ada kerusakan parah yang terjadi di kompleks itu.
Namun, Al Rishq menegaskan bahwa semua faksi Perlawanan secara ketat mematuhi kebijakan menghindari wilayah sipil untuk mencegah mereka menjadi sasaran agresi Israel.
Pejabat Hamas menolak klaim Israel bahwa tindakan telah diambil untuk meminimalkan korban sipil melalui penggunaan senjata pintar, dengan menunjukkan bahwa semua martir dan puluhan yang terluka adalah warga sipil, tanpa satu pun pejuang yang hadir di antara mereka.
Baca Juga: Pengamat Sebut Poros Perlawanan Rencanakan Serangan Balasan Serentak ke Israel Penjajah
"Jika ini adalah senjata pintar AS dan membunuh semua warga sipil ini, ini menunjukkan tingkat kebodohan tentara ini dan para pemimpinnya, dan bahwa senjatanya adalah senjata (bodoh), bukan pintar," kata Izzat Al Rishq pada 10 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Hamas juga menegaskan bahwa narasi pendudukan Israel mengenai pembantaian sekolah Al Tabiin menyesatkan dan salah.
Artikel Terkait
Khalid Misyal Jadi Kandidat Kuat Pengganti Ismail Haniyeh, Isi Kursi Kepala Biro Politik Hamas
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dimakamkan di Doha Qatar
Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel
Hamas Tunjuk Yahya Sinwar Jadi Kepala Biro Politik Baru
Tiga Negara Ini Undang Hamas dan Israel Lanjutkan Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza