SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Hamas akhirnya menunjuk Yahya Sinwar untuk mengisi kursi kosong Kepala Biro Politik yang sebelumnya diduduki oleh Ismail Haniyeh.
Sebelumnya, Ismail Haniyeh gugur dibunuh di Iran dan kemungkinan besar dalang dari insiden ini adalah Israel penjajah.
Pengumuman Kepala Biro Politik baru Hamas itu disampaikan pada Selasa, 6 Agustus 2024 waktu setempat.
Juru bicara Hamas, Osama Hamdan mengatakan bahwa Sinwar dipilih dengan suara bulat sebagai pemimpin baru, yang mencerminkan pemahaman gerakan tersebut tentang kebutuhan kelompok saat ini.
Baca Juga: Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel
Ia menambahkan bahwa Sinwar selalu terlibat dalam negosiasi gencatan senjata dengan Israel.
"Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengumumkan pemilihan Komandan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik gerakan tersebut, menggantikan Komandan Ismail Haniyeh yang telah wafat, semoga Allah merahmatinya," kata Hamas dalam sebuah pernyataan singkat pada 6 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Sinwar, yang dekat dengan pendiri Hamas Sheikh Ahmed Yassin dan dikenal sebagai pendiri badan keamanan internal Hamas, sebelumnya dijatuhi hukuman oleh Israel dengan empat hukuman seumur hidup pada akhir tahun 1980-an.
Sinwar menjalani hukuman 23 tahun karena memimpin aparat keamanan internal pertama kelompok tersebut, Majd, yang menargetkan dan membunuh warga Palestina yang dicurigai bekerja sama dengan Israel.
Baca Juga: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dimakamkan di Doha Qatar
Pada tahun 2011, ia dibebaskan bersama 1.047 tahanan Palestina dengan imbalan tentara Israel Gilad Shalit, yang diculik oleh pejuang Palestina dalam serangan lintas batas pada tahun 2006.
Sinwar, mantan komandan sayap militer Hamas, kembali ke jabatannya sebagai pemimpin terkemuka di Hamas dan terpilih sebagai kepala kantor politik Hamas di Gaza pada tahun 2017, menggantikan Haniyeh yang menjabat pada saat itu.
Pada tahun 2021, ia terpilih kembali untuk masa jabatan empat tahun lagi sebagai kepala Hamas di Gaza.
Keputusan tersebut diambil setelah Haniyeh terbunuh di Teheran pada tanggal 31 Juli.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Nyaris Bungkam saat Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran
Presiden Palestina Umumkan Hari Berkabung Nasional Hormati Gugurnya Pimpinan Hamas
Khalid Misyal Jadi Kandidat Kuat Pengganti Ismail Haniyeh, Isi Kursi Kepala Biro Politik Hamas
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dimakamkan di Doha Qatar
Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel