SENAYANPOST - Timur Tengah semakin memanas, Hizbullah dan Iran bersumpah akan mengirimkan serangan balasan kepada Israel penjajah usai terbunuhnya Fuad Shukr dan Ismail Haniyeh.
Menurut pengamat Timur Tengah, Ali Rizk, serangan balasan yang dilakukan oleh Hizbullah dan Iran akan dieksekusi secara bersamaan ke Israel.
Hizbullah dan Iran berkali-kali mengatakan dalam pernyataan resminya bahwa Israel 'akan menyesali hal ini'.
Tidak hanya itu, respons balasan juga akan berasal dari Yaman yang di mana Israel mengebom pelabuhan Hodeidah pada 19 Juli lalu.
Baca Juga: Keterlibatan Iran dalam Konflik Palestina
"Sumber informasi lain yang cukup setuju bahwa respons dapat dikoordinasikan, yang menunjukkan bahwa pembalasan dari berbagai pihak secara bersamaan mungkin terjadi. Pendekatan semacam itu dapat melumpuhkan sistem pertahanan udara utama Israel, Iron Dome, dengan mencegahnya mempersenjatai kembali dengan cepat. Mereka yakin ini dapat dicapai mengingat kapasitas Hizbullah untuk meluncurkan rentetan rudal yang signifikan dan mengingat kedekatan geografis Lebanon dengan target potensial Israel," tulis Ali Rizq pada 5 Agustus 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Hal ini juga selaras dengan apa yang dikatakan oleh salah satu pejabat AS bahwa Iron Dome bisa kewalahan jika menangkis serangan dari berbagai front.
Pejabat AS tersebut juga sudah mengingatkan bahwa Washington tidak akan mampu memberi perlindungan memadai terhadap Tel Aviv.
Baca Juga: AS Ingatkan Negara G7 Serangan Hizbullah dan Iran ke Israel: Terjadi dalam 24 atau 48 Jam ke Depan
"Meskipun banyak yang telah dikatakan tentang AS dan sekutunya yang berhasil menggagalkan respons Iran terhadap serangan Israel di konsulatnya April lalu, perlu dicatat bahwa semua pangkalan militer Israel yang menjadi sasaran terkena serangan balasan Iran. Operasi Truthful Promise lebih dimaksudkan sebagai pesan, yang menunjukkan bahwa Teheran tidak akan lagi menoleransi agresi Israel terhadap kepentingannya," lanjutnya.
Bala bantuan militer AS di wilayah tersebut dapat membantu mencegat rudal dan pesawat nirawak yang datang dari Lebanon.
Sementara Yordania juga dapat berperan seperti yang dilakukannya selama serangan balasan Iran.
Baca Juga: Pernyataan Resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta Terhadap Pembunuhan Ismail Haniyeh
Namun, hal ini juga menjadikan aset militer AS dan aset mitranya sebagai target yang sah bagi Poros Perlawanan.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Nyaris Bungkam saat Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran
Hadiri Sholat Ghaib untuk Ismail Haniyeh, Dubes Iran Nyatakan Balasan Lebih Keras untuk Israel
Pernyataan Resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta Terhadap Pembunuhan Ismail Haniyeh
AS Ingatkan Negara G7 Serangan Hizbullah dan Iran ke Israel: Terjadi dalam 24 atau 48 Jam ke Depan
Keterlibatan Iran dalam Konflik Palestina