Arab Saudi Sebut 1301 Jemaah Haji Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas Ekstrem, 83 Persen Tidak Memiliki Izin Resmi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 24 Juni 2024 | 21:17 WIB
Ilustrasi, Pemerintah Arab Saudi mengungkap sebanyak 1301 jemaah haji meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem. (Pexels.com/Zawawi Rahim)
Ilustrasi, Pemerintah Arab Saudi mengungkap sebanyak 1301 jemaah haji meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem. (Pexels.com/Zawawi Rahim)

SENAYANPOST - Pemerintah Arab Saudi mengungkapkan sebanyak 1301 jemaah haji meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem belum lama ini.

Arab Saudi juga mengatakan bahwa sebagian besar jemaah haji yang meninggal tidak memiliki izin resmi.

Hal ini disampaikan pemerintah Arab Saudi setelah musim haji berakhir.

"Sangat disayangkan, jumlah kematian mencapai 1.301, dengan 83 persen tidak memiliki izin untuk melaksanakan haji dan telah berjalan jauh di bawah sinar matahari langsung, tanpa tempat berlindung atau kenyamanan yang memadai," kata kantor berita resmi Arab Saudi sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye pada 23 Juni 2024.

Baca Juga: Musim Haji Usai, Arab Saudi Buka Visa Umroh

Berdasarkan pernyataan resmi dan laporan dari para diplomat yang terlibat dalam tanggapan negara mereka menyebutkan jumlah jemaah haji yang meninggal terhitung lebih dari 1.100 orang.

Jemaah yang meninggal berasal dari lebih dari 10 negara yang membentang dari Amerika Serikat hingga Indonesia, dan beberapa pemerintah terus memperbarui jumlah total mereka.

Para diplomat Arab mengatakan kepada wartawan minggu lalu bahwa warga Mesir menyumbang 658 kematian, 630 di antaranya adalah jamaah haji yang tidak terdaftar.

Diplomat tersebut mengatakan penyebab kematian dalam sebagian besar kasus terkait dengan panas.

Baca Juga: Menag Yaqut Tanggapi Keluhan soal Fasilitas Ibadah Haji di Mina: Tentu Tidak Seperti Sulapan

Suhu di Mekkah tahun ini naik hingga 51,8 derajat Celcius, menurut pusat meteorologi nasional Arab Saudi.

Riyadh belum mengomentari kematian tersebut secara terbuka atau memberikan jumlah korbannya sendiri hingga hari Minggu.

Namun, pada hari Jumat, seorang pejabat senior Saudi memberi AFP sebagian jumlah korban tewas sebanyak 577 orang selama dua hari tersibuk haji, 15 Juni, ketika para peziarah berkumpul untuk salat berjam-jam di bawah terik matahari di Gunung Arafat, dan 16 Juni, ketika mereka berpartisipasi dalam ritual lempar jumrah di Mina.

"Negara tidak gagal, tetapi ada kesalahan penilaian dari pihak orang-orang yang tidak menghargai risikonya," kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X