Arab Saudi Sebut 1301 Jemaah Haji Meninggal Dunia Akibat Cuaca Panas Ekstrem, 83 Persen Tidak Memiliki Izin Resmi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 24 Juni 2024 | 21:17 WIB
Ilustrasi, Pemerintah Arab Saudi mengungkap sebanyak 1301 jemaah haji meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem. (Pexels.com/Zawawi Rahim)
Ilustrasi, Pemerintah Arab Saudi mengungkap sebanyak 1301 jemaah haji meninggal dunia akibat cuaca panas ekstrem. (Pexels.com/Zawawi Rahim)

Baca Juga: DPR RI Sorot Pengalihan Kuota Haji Reguler ke Haji Plus oleh Kemenag: Ini Sangat Sembrono

Sementara itu, Menteri Kesehatan Saudi, Fahd al-Jalajel, pada hari Minggu menggambarkan pengelolaan haji tahun ini sebagai 'berhasil', SPA melaporkan.

Ia mengatakan sistem kesehatan memberikan lebih dari 465.000 layanan perawatan khusus, termasuk 141.000 layanan bagi mereka yang tidak memperoleh izin resmi untuk melaksanakan haji.

Jalajel tidak menyebutkan berapa banyak kematian yang disebabkan oleh panas oleh pejabat Saudi.

"Sistem kesehatan menangani banyak kasus tekanan panas tahun ini, dengan beberapa orang masih dalam perawatan," SPA melaporkan.

"Di antara yang meninggal terdapat beberapa orang lanjut usia dan orang yang sakit kronis," lanjut laporan tersebut.

Baca Juga:  Imigrasi Arab Saudi Siapkan Proses Pemulangan Jamaah Haji

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam yang harus diselesaikan oleh semua Muslim yang mampu setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Pejabat Saudi mengatakan 1,8 juta jemaah haji ikut serta tahun ini, jumlah yang sama dengan tahun lalu, dan 1,6 juta berasal dari luar negeri.

Selama beberapa tahun terakhir, ritual yang sebagian besar dilakukan di luar ruangan telah berkurang selama musim panas Saudi yang terik.

Waktu pelaksanaan haji dimajukan sekitar 11 hari setiap tahun dalam kalender Gregorian, yang berarti bahwa tahun depan haji akan dilaksanakan lebih awal di bulan Juni, mungkin dalam kondisi yang lebih dingin.

Sebuah studi tahun 2019 oleh jurnal Geophysical Research Letters mengatakan karena perubahan iklim, tekanan panas bagi jemaah haji akan melampaui 'ambang batas bahaya ekstrem' dari tahun 2047 hingga 2052 dan 2079 hingga 2086, 'dengan frekuensi dan intensitas yang meningkat seiring berjalannya abad ini'.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X