Menlu AS Antony Blinken Sebut Hamas Ajukan Revisi Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 13 Juni 2024 | 16:33 WIB
Menlu AS Antony Blinken sebut Hamas ajukan revisi proposal gencatan senjata di Gaza, ini respon dari gerakan Perlawanan Palestina. (Twitter.com/@SecBlinken)
Menlu AS Antony Blinken sebut Hamas ajukan revisi proposal gencatan senjata di Gaza, ini respon dari gerakan Perlawanan Palestina. (Twitter.com/@SecBlinken)

"Sebaliknya, Hamas menunggu hampir dua minggu dan kemudian mengusulkan lebih banyak perubahan, yang beberapa di antaranya melampaui posisi yang telah diambil dan diterima sebelumnya," terangnya.

Baca Juga: Gegara Olok-olok Palestina di Restoran Terafiliasi Penjajah Israel hingga Viral, Lima Siswa Ini Wajib Lapor ke Disdik DKI Jakarta

Hamas Tanggapi Blinken

Pejabat Hamas Taher Al-Nunu menuduh Blinken bias, dengan mengatakan bahwa diplomat tinggi AS tersebut telah bertindak seolah-olah dia adalah menteri luar negeri Israel sejak dimulainya perang.

"Dia tidak netral. Dia tidak adil. Dia beroperasi dengan standar ganda. Dia mencoba menggambarkan perlawanan (Palestina) seolah-olah kami adalah pihak yang menghalangi kesepakatan," kata Al-Nunu kepada Al Jazeera Mubasher pada hari Rabu.

Dia mengatakan Hamas menerima proposal yang diajukan oleh Qatar dan Mesir pada tanggal 6 Mei sebagaimana adanya, dan Israel-lah yang menambahkan amandemen terhadapnya.

Tanggapan Hamas pada hari Selasa adalah revisi balik terhadap beberapa perubahan Israel, kata Al-Nunu.

Baca Juga: AS Sebut Israel Penjajah Berkomitmen Gencatan Senjata di Gaza

Menurut Al-Nunu, catatan Hamas bertujuan untuk memastikan bahwa Israel tidak akan mengingkari kesepakatan tersebut dan melanjutkan perang setelah fase pertama, yang akan melihat pembebasan beberapa tawanannya di Gaza.

Ketika ditanya apakah Hamas akan bersikap fleksibel terhadap tuntutan yang disebut "tidak bisa dilaksanakan" oleh Blinken, Al-Nunu mengatakan bahwa "wajar" bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menerima atau menolak amandemen terhadap suatu proposal.

Dalam konferensi persnya dengan Blinken, Sheikh Mohammed dari Qatar mengatakan pembicaraan untuk menjembatani kesenjangan antara pihak-pihak akan terus berlanjut.

"Ini bukanlah upaya atau dinamika baru untuk negosiasi. Selalu ada ruang dan 'memberi dan menerima'. Bagaimanapun, ini adalah negosiasi untuk mencapai kesepakatan. Tidak ada jawaban mutlak - ya atau tidak," katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X