SENAYANPOST - Hamas dan Jihad Islam Palestina sampaikan tanggapan resmi terkait gencatan senjata di Gaza kepada para mediator Mesir dan Qatar.
Diketahui, Hamas dan Jihad Islam Palestina yang mewakili faksi Perlawanan Palestina menyambut positif rencana gencatan senjata yang akhirnya diloloskan oleh Dewan Keamanan PBB belum lama ini.
Sementara itu, pemerintah Israel sampai berita ini dibuat belum menyampaikan pernyataan resmi terkait gencatan senjata di Gaza tersebut.
Dalam pernyataan bersama dengan kelompok Jihad Islam Palestina, Hamas mengatakan tanggapan tersebut memprioritaskan gencatan senjata permanen.
Baca Juga: Hamas Ungkap Tiga Sandera Tewas dalam Pembantaian Nuseirat, Salah Satunya Warga AS
"Kebutuhan untuk menghentikan sepenuhnya agresi yang sedang berlangsung di Gaza dan penarikan (pasukan pendudukan) dari seluruh Jalur Gaza," bunyi pernyataan bersama tersebut pada 11 Juni 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Mediator Qatar, Mesir, dan AS mengonfirmasi telah menerima tanggapan Palestina.
Washington mengatakan sedang 'mengevaluasi' tanggapan tersebut.
Isi tawaran balasan Hamas tidak segera dipublikasikan.
Sumber-sumber telah memberi tahu AFP dan Reuters bahwa Hamas mengusulkan 'amandemen' atas tawaran terbaru yang diterimanya pada tanggal 27 Mei, yang diungkapkan secara lengkap secara eksklusif oleh MEE minggu lalu.
Baca Juga: Netanyahu Diduga Halangi Penyelidikan Serangan Hamas 7 Oktober 2023, Ada Apa?
Pejabat Hamas sebelumnya mengatakan mereka mencari lebih banyak jaminan bahwa kesepakatan tersebut, yang juga digariskan oleh Presiden AS Joe Biden bulan lalu, akan mengarah pada akhir permanen perang Israel di Gaza.
Seorang pejabat Hamas, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa tanggapan tersebut menegaskan kembali pendirian bahwa gencatan senjata harus mengarah pada penghentian permanen permusuhan, penarikan pasukan Israel, pembangunan kembali daerah kantong Palestina dan pembebasan tahanan Palestina di Israel.
"Kami menegaskan kembali pendirian kami sebelumnya. Saya yakin tidak ada celah besar. Bola sekarang ada di tangan Israel," kata pejabat tersebut.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata di Gaza dari AS, Benjamin Netanyahu Ingin Singkirkan Hamas
Hamas Sebut Belum Terima Proposal Gencatan Senjata di Gaza dari AS
Hamas Bantah Perlawanan Terima Otoritas Palestina untuk Kelola Penyeberangan Rafah
Netanyahu Diduga Halangi Penyelidikan Serangan Hamas 7 Oktober 2023, Ada Apa?
Hamas Ungkap Tiga Sandera Tewas dalam Pembantaian Nuseirat, Salah Satunya Warga AS