Menurut dokumen sertifikasi jenisnya dengan Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa, pesawat ini dapat membawa 15 orang, termasuk awaknya.
Organisasi yang Menggunakan
Organisasi non-militer yang menerbangkan Bell 212 termasuk Penjaga Pantai Jepang, lembaga penegak hukum dan pemadam kebakaran di Amerika Serikat, polisi nasional Thailand, dan banyak lagi.
Tidak jelas berapa banyak pemerintahan Iran yang beroperasi, tetapi angkatan udara dan angkatan lautnya berjumlah 10, menurut direktori Angkatan Udara Dunia 2024 FlightGlobal.
Baca Juga: Hobby Kaum Salafi
Insiden yang Melibatkan Bell 212
Kecelakaan fatal terbaru dari Bell 212 terjadi pada September 2023, ketika sebuah pesawat milik swasta jatuh di lepas pantai Uni Emirat Arab, menurut Flight Safety Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada keselamatan penerbangan.
Kecelakaan terbaru di Iran terjadi pada tahun 2018, menewaskan empat orang, menurut database organisasi tersebut.***
Artikel Terkait
Presiden Iran Ebrahim Raisi Akan Temui Jokowi di Jakarta, Bahas Berbagai Bidang Kerja Sama
Jokowi dan Ebrahim Raisi Teken 10 Bidang Kerja Sama antara Indonesia dan Iran di Istana Bogor
Presiden Ebrahim Raisi Puji Serangan Balasan Iran ke Israel, Rudal IRGC Tembus Sistem Pertahanan Zionis
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Helikopter di Tabriz
Hamas Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Rombongan Presiden Iran Ebrahim Raisi