Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel, Ini Isinya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 8 Mei 2024 | 15:12 WIB
Berikut isi proposal gencatan senjata di Gaza disetujui Hamas namun ditolak mentah-mentah oleh penjajah Israel. (t.me/qassambrigades)
Berikut isi proposal gencatan senjata di Gaza disetujui Hamas namun ditolak mentah-mentah oleh penjajah Israel. (t.me/qassambrigades)

Hamas secara bertahap akan membebaskan 33 tawanan (baik tawanan yang masih hidup atau sisa tawanan yang sudah meninggal) pada tahap pertama.

Yang ditawan adalah perempuan, siapa pun yang berusia di atas 50 tahun, mereka yang sakit, atau bukan tentara yang berusia di bawah 19 tahun.

Untuk setiap tawanan warga sipil Israel yang dibebaskan hidup-hidup, Israel akan membebaskan 30 warga Palestina yang ditahannya.

Baca Juga: Hamas Akan Tiba di Mesir Bahas Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Rafah Terancam Invasi Penuh Penjajah Israel

Untuk setiap tentara wanita yang dibebaskan Hamas, Israel akan membebaskan 50 warga Palestina.

Penarikan pasukan Israel akan memungkinkan warga sipil Palestina yang kehilangan tempat tinggal untuk kembali ke rumah mereka di Gaza, yang akan terjadi secara bertahap seiring pembebasan tawanan Hamas.

Secara terpisah, kesepakatan tersebut menetapkan bahwa pekerjaan rekonstruksi di Gaza harus dimulai pada fase ini, begitu pula aliran bantuan, dan bahwa UNRWA serta organisasi bantuan lainnya diizinkan bekerja untuk membantu warga sipil.

Pada fase kedua perjanjian, operasi militer akan dihentikan secara permanen dan penarikan penuh Israel dari Gaza.

Juga akan ada pertukaran tahanan lainnya, kali ini melibatkan seluruh pria Israel yang tersisa, termasuk tentara yang ditawan di Gaza.

Baca Juga: Hamas Terima Tanggapan Resmi dari Penjajah Israel Terkait Gencatan Senjata di Gaza

Warga Israel akan dibebaskan sebagai imbalan atas jumlah tahanan Palestina yang belum ditentukan.

Fase ketiga adalah pertukaran sisa-sisa tawanan dan tahanan yang ditahan oleh kedua belah pihak.

Dari sisi pembangunan, fase ini akan melibatkan rencana rekonstruksi Gaza untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun dan, mungkin yang paling penting, diakhirinya blokade Israel terhadap wilayah tersebut.

Reaksi Israel

Israel pada hari Senin mengatakan kepada warga Palestina di Rafah timur untuk meninggalkan wilayah tersebut ketika mereka bersiap untuk melancarkan kampanye militer di wilayah selatan Gaza, meskipun ada tentangan dari dunia internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X