Opini: Geert Wilders, Aboutaleb, dan Seedorf: Islam di Belanda

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 8 April 2024 | 22:05 WIB
KH. Dr. Amidhan Shaberah
KH. Dr. Amidhan Shaberah

Oleh: Dr. KH Amidhan Shaberah,
Ketua MUI 1995 -2015/Komnas HAM 2002-2007

SENAYANPOST -- Geert Wilders tokoh politik anti-Islam, ketua umum Partai untuk Kebebasan (PVV) yang menang Pemilu di Belanda, November 2023 lalu, baru baru ini berkoar akan memajaki wanita muslim berhijab dan melarang pembangunan masjid di Negeri Tulip.

Tapi apa kenyataannya? Geert Wilders makin ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya di PVV.

Pembuat film "Fitna" yang melecehkan Islam dan Nabi Muhammad tersebut, kini kelimpungan karena orang-orang kepercayaannya dalam politik yang antiIslam, justru sekarang menjadi pembela Islam.

Tangan kanan Geert Wilders, Arnoud Van Doorn, politisi Belanda anti-Islam yang terlibat dalam pembuatan film "Fitna" misalnya, kini berubah 180 derajat setelah masuk Islam.

Baca Juga: وعد بالزيارة كثيرا إلى قصر ماجافاحيت  جاكرتا، السفير الفلسطيني: اتضح أن الحضارة الإندونيسية كانت عظيمة قبل وقت طويل من اكتشاف أمريكا

Tanggal 27 Februari 2013, menjadi tanggal yang bersejarah bagi Arnoud. Secara mengejutkan, pria kelahiran 1966 ini mencuit di akun Twitter-nya, bahwa ia telah memeluk Islam dan akan memulai kehidupan baru sebagai seorang muslim.

Uniknya, Van Doorn masuk Islam setelah membuat film "Fitna" bersama Wilders. Ia heran mengapa, film "Fitna" mendapat kecaman keras negara Islam.

Penasaran, Van Doorn pun melakukan riset mendalam, apa itu Islam. Hasilnya, Van Doorn justru terpesona terhadap agama yang dibawa Nabi Muhammad itu.

"Saya bukan produser. Saya hanya PR (public relation) dan distributor film "Fitna" saat itu. Saya tidak tahu Islam sama sekali. Saya dulu berpikir Islam berbahaya karena teroris. Saya pikir yang saya lakukan saat itu hal yang benar. Akhirnya saya belajar Islam," cerita Van Doorn.

Baca Juga: Opini: Nasikh Mansukh dalam Ayat Konstitusi

Hasilnya, ia memutuskan masuk Islam. Van Doorn pun meninggalkan PVV, partai yang membesarkannya yang dipimpin Wilders.

"Sebelum menjadi muslim saya punya gaji bagus, rumah bagus, bisa liburan mahal. Saya kemudian berpikir itu semua dunia. Dunia hanya sebentar. Rasa kosong yang dulu saya pikirkan hilang. Bahkan dampaknya ke orang-orang pun bagus, saya jadi lebih ramah," ungkapnya.

Pria yang sudah pergi haji di tahun 2013 ini, kemudian membentuk Partai Islam di Belanda bernama Islamic Unity Party (IUP).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X