"Perdana Menteri Netanyahu telah menegaskan tadi malam bahwa jika AS menyimpang dari kebijakan prinsipnya dan tidak memveto resolusi berbahaya ini, ia akan membatalkan kunjungan delegasi Israel ke Amerika," tulis postingan tersebut.
Resolusi DK PBB pada hari Senin yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza disetujui dengan 14 suara mendukung usulan tersebut, tidak ada yang menentang, dan satu abstain (AS).
Baca Juga: Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara
"Resolusi ini merupakan seruan sederhana untuk gencatan senjata selama bulan Ramadhan," demikian isi laporan PBB.
"Perjanjian ini juga menuntut pengembalian sekitar 130 sandera yang disandera di Israel dan ditahan di Gaza dan menekankan kebutuhan mendesak untuk memungkinkan bantuan penyelamatan jiwa yang cukup untuk menjangkau penduduk (Palestina) yang kelaparan di daerah kantong yang terkepung," lanjutnya.
Pada awal perang, Israel memutus semua makanan, air, dan listrik ke Gaza dalam upaya membuat warga Palestina kelaparan sebagai hukuman atas serangan Hamas.
Israel hanya mengizinkan sejumlah kecil bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza sejak saat itu, dan secara teratur melepaskan tembakan dan membunuh warga Palestina yang kelaparan yang berusaha mengumpulkannya.
Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan bahwa resolusi yang disetujui tersebut mencakup poin-poin yang diminta oleh AS, namun pada akhirnya Washington tidak memilih ya karena tidak menyetujui semuanya.***
Artikel Terkait
Hari ke-167 Genosida, Brigade Al Qassam Halau Tank Israel Penjajah di Kompleks Medis Al Shifa
Hamas Kembali Umumkan Tawanan yang Tewas, Kali Ini Bukan Gegara Serangan Udara Penjajah Israel
Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara
Biadab! Kesaksian Warga Gaza yang Lolos dari Tentara Israel Penjajah di RS Al Shifa, Mulai Rudapaksa hingga Dibakar Hidup-hidup
Temui Jalan Buntu, Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata dari Hamas