SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu batal kirim delegasi ke Amerika Serikat (AS) usai Paman Sam memilih abstain di sidang Dewan Keamanan PBB terkait gencatan senjata segera di Gaza, Palestina.
Sebagaimana diketahui, AS memilih abstain dalam resolusi terbaru gencatan senjata di Gaza, sebuah keputusan yang kurang disukai oleh Israel.
Kabarnya, Israel berharap AS kembali memveto resolusi gencatan senjata yang diusulkan oleh Aljazair dan beberapa negara lainnya setelah sebelumnya sudah tiga kali melakukan hal yang sama.
Sebelumnya, Netanyahu akan mengirim delegasi Israel ke AS untuk membicarakan kemungkinan invasi ke Rafah.
Kantor Netanyahu mengumumkan dalam postingan media sosial di X terkait pembatalan pengiriman delegasi tersebut belum lama ini.
Baca Juga: Temui Jalan Buntu, Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata dari Hamas
"Amerika Serikat telah meninggalkan kebijakannya di PBB hari ini. Beberapa hari yang lalu, mereka mendukung resolusi Dewan Keamanan yang menghubungkan seruan gencatan senjata dengan pembebasan sandera," tulis pernyataan resmi dari kantor PM Israel pada 25 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Netanyahu mengingatkan bahwa resolusi yang diajukan AS pada hari Jumat diveto oleh China dan Rusia, sebagian karena mereka menentang gencatan senjata yang terkait dengan pembebasan sandera.
Namun, kedua negara adidaya tersebut bergabung dengan Aljazair dan negara lain dalam mendukung resolusi hari ini karena tidak termasuk pembebasan tawanan yang ditahan oleh Israel atau Hamas sebagai syarat gencatan senjata.
"Sayangnya, Amerika Serikat tidak memveto resolusi baru tersebut, yang menyerukan gencatan senjata yang tidak bergantung pada pembebasan sandera," kata perdana menteri Israel.
"Ini jelas merupakan penyimpangan dari posisi konsisten AS di Dewan Keamanan sejak awal perang," lanjutnya.
Pada tanggal 7 Oktober, Hamas menawan sekitar 230 tentara Israel, warga sipil dan orang asing. Israel telah lama menahan ribuan warga Palestina di penjara-penjaranya.
Pernyataan perdana menteri tersebut mengatakan bahwa resolusi gencatan senjata memberikan jaminan kepada Hamas bahwa tekanan internasional terhadap Israel akan memaksa mereka untuk menerima gencatan senjata tanpa pembebasan tawanan Israel.
Artikel Terkait
Hari ke-167 Genosida, Brigade Al Qassam Halau Tank Israel Penjajah di Kompleks Medis Al Shifa
Hamas Kembali Umumkan Tawanan yang Tewas, Kali Ini Bukan Gegara Serangan Udara Penjajah Israel
Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara
Biadab! Kesaksian Warga Gaza yang Lolos dari Tentara Israel Penjajah di RS Al Shifa, Mulai Rudapaksa hingga Dibakar Hidup-hidup
Temui Jalan Buntu, Israel Penjajah Tolak Usulan Gencatan Senjata dari Hamas