Mulai Melunak, Israel Penjajah Beri Sinyal ke Hamas soal Pengungsi untuk Kembali ke Gaza Utara

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 25 Maret 2024 | 06:04 WIB
Sedikit melunak, Israel penjajah mengungkapkan akan mengizinkan pengungsi untuk kembali ke Gaza Utara kepada Hamas. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Sedikit melunak, Israel penjajah mengungkapkan akan mengizinkan pengungsi untuk kembali ke Gaza Utara kepada Hamas. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Israel penjajah akhirnya memberikan sinyal positif dalam tanggapannya terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditawarkan Hamas dan Faksi Perlawanan Palestina.

Melalui mediator, Israel penjajah rencananya akan mengizinkan pengungsi yang sekarang ini berada di Gaza Selatan untuk kembali ke rumahnya di Gaza Utara.

Sebagaimana diketahui, pemulangan pengungsi ke Gaza Utara merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata yang disodorkan Hamas kepada Israel penjajah.

Baik Israel dan Hamas telah mengalami kemajuan dari perjanjian ini, termasuk penangguhan serangan selama enam minggu sebagai imbalan atas usulan pembebasan 40 tawanan dari 130 orang yang masih ditahan para pejuang.

Baca Juga: Hamas Kembali Umumkan Tawanan yang Tewas, Kali Ini Bukan Gegara Serangan Udara Penjajah Israel

Hamas berupaya memanfaatkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri pertempuran dan penarikan pasukan Israel.

Israel telah mengesampingkan hal ini, dengan mengatakan bahwa mereka pada akhirnya akan melanjutkan upaya untuk membongkar pemerintahan dan kemampuan militer Hamas.

Hamas juga menginginkan ratusan ribu warga Palestina yang meninggalkan Kota Gaza dan daerah sekitarnya ke arah selatan selama tahap pertama perang yang telah berlangsung hampir enam bulan itu diizinkan kembali ke utara.

Israel awalnya menolak melakukan hal tersebut.

Namun sikap tersebut telah melunak, kata seorang pejabat Israel yang mengetahui tentang perundingan Doha.

Baca Juga: Hari ke-167 Genosida, Brigade Al Qassam Halau Tank Israel Penjajah di Kompleks Medis Al Shifa

"Kami sekarang bersedia mendiskusikan kembalinya beberapa pengungsi," kata pejabat tersebut pada 25 Maret 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Pejabat tersebut tidak mengungkapkan berapa jumlahnya.

Media Israel berspekulasi bahwa tawaran tersebut akan terbatas pada perempuan dan anak-anak, untuk melarang orang-orang bersenjata yang mencoba memperkuat kelompok yang masih diperangi militer Israel di beberapa bagian Kota Gaza.

Pejabat tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa Israel pada prinsipnya juga setuju untuk membebaskan antara 700 dan 800 tahanan Palestina sebagai imbalan atas 40 sandera tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X