SENAYANPOST - Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah belum lama ini menyampaikan pidatonya terkait perkembangan operasi militer Badai Al Aqsa di Palestina.
Di hari ke-154 jelang bulan suci Ramadhan, Abu Ubaidah menyerukan kepada umat Islam khususnya di Palestina untuk terus melakukan perlawanan terhadap penjajah Zionis Israel.
Lebih lanjut, juru bicara Brigade Al Qassam juga menyampaikan bahwa Ramadhan sebagai bulan jihad melawan penjajahan dan kebrutalan Israel yang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.
"Perang kejam melawan rakyat kita ini memasuki bulan keenam, dengan musuh kriminal yang terus melakukan pembantaian Nazi terhadap rakyat kita, yang melibatkan pembunuhan, kelaparan, intensifikasi penindasan, penghancuran, dan penghinaan terhadap semua hukum internasional dan sistem lemah yang ada yang tidak berdaya melawan entitas pendudukan, yang tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan apa pun," kata Abu Ubaidah dalam pidatonya yang disampaikan pada 8 Maret 2024.
Baca Juga: Indonesia Bakal Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Lewat Udara, Jokowi: Lewat Darat Sangat Sulit
Pidato juru bicara Brigade Al Qassam itu menyoroti kesia-siaan diplomasi dan jalur hukum melalui hukum internasional atau keputusan Dewan Keamanan PBB dalam mencapai gencatan senjata dan hak-hak rakyat Palestina.
Sebaliknya, juru bicara tersebut mendorong konfrontasi berkelanjutan dan memperluas mobilisasi di bulan Ramadhan, di Tepi Barat, wilayah pendudukan, Lebanon, Yaman, Irak, dan negara-negara Islam dan Arab lainnya untuk mengakhiri genosida terhadap rakyat Palestina.
Abu Ubaidah berharap bulan suci Ramadhan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ketaatan tapi waktu di mana rakyat Palestina mendapatkan kemenangan.
"Semoga bulan Ramadhan yang semakin dekat menjadi bulan ketaatan, jihad, dan kemenangan," ujarnya.
Jelang bulan suci, pihaknya juga bersiap untuk memberikan pukulan besar lainnya untuk pasukan penjajah Israel di Gaza dan Tepi Barat.
Baca Juga: Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza Temui Jalan Buntu, AS Sebut Bola Ada di Tangan Hamas
"Saat umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut Ramadhan, kami telah mempersembahkan kurban kepada Allah, aliran darah dan jiwa murni. Kami menyambutnya dengan puncak semangat Islam, jihad, ketabahan, dan pertempuran di saat manusia dihormati (atas tindakan mereka selama bulan suci)," lanjutnya.
Juru bicara militer kemudian berbicara kepada umat Islam yang tidak memenuhi harapan tersebut dan mendukung Gaza dan rakyat Palestina, dengan mengutip sebuah puisi yang dikirim oleh Abdullah ibn al-Mubarak kepada Fudayl ibn 'Iyaad pada tahun 797.
"Wahai kamu yang beribadah di sekitar Dua Masjid Suci!
Artikel Terkait
100 Hari Agresi Israel ke Gaza, Abu Ubaidah Sebut Kelompok Perlawanan Bakal Perluas Operasi Badai Al Aqsa
Hari ke-133 Perang di Palestina, Abu Ubaidah Sebut Operasi Badai Al Aqsa Ungkap Aib dan Kekalahan Israel
Abu Ubaidah Sebut Tak Unggah Semua Video Operasi Militer Badai Al Aqsa, Ini Alasannya
Makin Genting, Abu Ubaidah Ungkap Kondisi Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas
Hari ke-147 Perang, Abu Ubaidah Umumkan Tewasnya 7 Warga Israel yang Jadi Tawanan Hamas