Pidato Abu Ubaidah di Hari ke-154: Jadikan Ramadhan sebagai Bulan Jihad dan Kemenangan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 9 Maret 2024 | 13:35 WIB
Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah serukan Ramadhan sebagai bulan jihad melawan penjajah Israel di hari ke-154 perang di Gaza. (Brigade Izzuddin Al Qassam)
Juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaidah serukan Ramadhan sebagai bulan jihad melawan penjajah Israel di hari ke-154 perang di Gaza. (Brigade Izzuddin Al Qassam)

Jika Anda melihat kami, Anda akan menyadari bahwa Anda hanya bercanda dalam ibadah.

Barangsiapa membasahi pipinya dengan air mata, hendaknya ia mengetahui bahwa leher kita basah oleh darah kita"

Baca Juga: Sikap Bersama Australia dan ASEAN Terkait Konflik di Gaza, Desak Gencatan Senjata antara Penjajah Israel dan Pejuang Palestina

Ini adalah sindiran halus kepada umat Islam yang berjumlah 2 miliar lebih di seluruh dunia untuk berjuang melawan penjajah Israel dan sekutunya.

"Di hadapan negara berpenduduk miliaran orang, musuh mengabaikan kesucian Masjid Al Aqsa mereka. Meskipun mengklaim sebaliknya, mereka (pemerintah Israel) berencana untuk memperketat cengkeraman terhadap rakyatnya, mengusir mereka, dan memberlakukan pembatasan ibadah, mereka tetap bertahan dalam perang agama yang mereka nyatakan. Mereka tidak menghargai kesucian nyawa tak berdosa, yang di mata Allah sama sucinya dengan Ka'bah itu sendiri," tegasnya.

Dia kemudian menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina untuk bergerak menuju Masjid Al Aqsa.

"Semua putra bangsa kami di Tepi Barat, Al Quds, dan wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1948 untuk memobilisasi dan bergerak menuju Masjid Al Aqsa, berdiri teguh di sana, dan tidak membiarkan pendudukan memaksakan tindakan mereka. kebijakan di situs suci," lanjutnya.

Baca Juga: Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza

Tidak hanya melakukan perlawanan bersenjata, rakyat Palestina juga diimbau untuk terus melakukan konfrontasi dalam protes dan demonstrasi.

Sebagaimana diketahui, Palestina sudah dijajah oleh Israel selama 76 tahun lamanya.

Di saat pertempuran di Gaza makin memanas, Tepi Barat juga mulai melakukan perlawanan dengan angkat senjata.

Kemudian di saat yang bersamaan itu pula, penjajah Israel terus membangun perumahan ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

"Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat di negara kami untuk mendeklarasikan mobilisasi untuk menghadapi (pendudukan Israel) di segala bidang – baik dalam pertempuran dan konfrontasi atau dalam protes dan demonstrasi," tandas Abu Ubaidah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X