Mereka juga mengungkapkan bahwa penjajah Israel menyetujui pemulangan warga Palestina yang terpaksa mengungsi ke rumah mereka dengan syarat terbatas pada perempuan dan anak-anak serta mereka yang berusia di bawah 18 tahun.
Mengenai syarat ini, Hamas menolak keras.
Mengenai tuntutan Perlawanan agar pasukan pendudukan Israel menarik diri dari Jalur Gaza, sumber mengatakan bahwa penjajah Israel masih bersikeras mempertahankan kehadiran militer di Jalur Gaza selama tahap pertama perjanjian.
Baca Juga: Perdana Menteri Otoritas Palestina M Shtayyeh Mendadak Mengundurkan Diri, Ada Apa?
Perlu dicatat bahwa Perancis telah menjadi tuan rumah beberapa pertemuan para mediator dan petugas intelijen Israel, Amerika, Mesir, dan Qatar pada beberapa kesempatan.
Di sana para pihak yang bernegosiasi mencoba untuk membuat kesepakatan untuk pertukaran tahanan dan gencatan senjata, yang sengaja dihalangi oleh pihak penjajah Israel dengan mengabaikan seruan tersebut demi gencatan senjata permanen.
Dua perundingan besar terjadi tahun ini, namun yang terakhir menghasilkan apa yang digambarkan oleh Perlawanan sebagai 'penghalang' Israel terhadap terobosan perundingan.
Hingga saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai, namun perwakilan Perlawanan diharapkan untuk meninjau kemajuan upaya yang dilakukan oleh para mediator dalam beberapa minggu terakhir, selama periode penting, menjelang bulan suci Ramadhan.***
Artikel Terkait
Menlu AS Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah, Warga Palestina Minta Gencatan Senjata Sebelum Israel Gempur Rafah
Hamas Tawarkan Gencatan Senjata 3 Tahap dalam 135 Hari ke Israel, Begini Isinya
PM Israel Benjamin Netanyahu Tolak Usulan Gencatan Senjata, Bakal Terus Bombardir Gaza Sampai Hamas Kalah
Pertama Kalinya, AS Usulkan Rencana Gencatan Senjata Sementara di Gaza
Jelang Ramadhan, Joe Biden Setuju Israel Gencatan Senjata di Gaza