Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 4 Maret 2024 | 15:23 WIB
Salah satu perwakilan perlawanan Palestina menyebutkan penjajah Israel tak serius soal gencatan senjata di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Salah satu perwakilan perlawanan Palestina menyebutkan penjajah Israel tak serius soal gencatan senjata di Gaza. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Salah seorang perwakilan Perlawanan Palestina menyebut bahwa penjajah Israel jadi salah satu penghambat gencatan senjata di Gaza yang dalam hampir lima bulan terakhir ini terus dibicarakan.

Tidak hanya itu, perwakilan Perlawanan Palestina itu menjelaskan bahwa penjajah Israel juga terus menyebarkan misinformasi atas perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Lebih lanjut, sumber tersebut juga mengatakan bahwa penjajah Israel dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sengaja mengganggu perundingan yang serius.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English, sumber tersebut menjelaskan bahwa Netanyahu menentang diskusi yang menghasilkan kesepakatan yang menjamin pelepasan diri dari Jalur Gaza, pemulangan pengungsi, rekonstruksi, dan pencabutan blokade.

Netanyahu terutama prihatin dengan melindungi masa depan politiknya dengan mengorbankan nyawa warga Palestina, kata sumber itu.

Baca Juga: Opini: Aaron Bushnell, Tentara AS Bakar Diri Demi Palestina

Sumber-sumber di pimpinan Perlawanan Palestina mengungkapkan kepada Al Mayadeen beberapa rincian penting dalam negosiasi yang dimediasi yang sedang berlangsung antara Perlawanan dan pendudukan Israel pada hari Minggu.

Kerangka kesepakatan terdiri dari tiga tahap, dimana rincian dan klausul di balik setiap tahap akan dinegosiasikan secara terpisah.

Dari sumber tersebut didapat informasi bahwa durasi gencatan senjata yang diusulkan masing-masing berkisar antara 40 dan 45 hari.

Pengungkapan ini muncul ketika delegasi senior gerakan Hamas dijadwalkan mengunjungi ibu kota Mesir, Kairo, pada hari Minggu untuk melanjutkan proses negosiasi.

Proposal baru ini akan diajukan untuk 'menjembatani kesenjangan antara Hamas dan Israel,' sumber dari pimpinan Perlawanan Palestina mengatakan kepada Al Mayadeen.

Baca Juga: Protes Genosida di Palestina, Tentara AS Aaron Bushnell Nekat Bakar Diri di Depan Kedubes Israel

Mereka menambahkan bahwa Mesir dan Qatar berusaha untuk memperkenalkan pendekatan yang berbeda dalam perundingan tersebut, namun mereka menghadapi sikap keras kepala Israel.

Sumber menegaskan bahwa ada sedikit kemajuan dalam negosiasi dan bahwa Israel telah melunakkan pendekatan mereka terhadap beberapa masalah, khususnya mengenai masalah pemulangan warga Palestina yang terpaksa mengungsi dan jumlah tahanan yang termasuk dalam kemungkinan kesepakatan pertukaran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X