Pertama Kalinya, AS Usulkan Rencana Gencatan Senjata Sementara di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 20 Februari 2024 | 19:31 WIB
AS belum lama ini usulkan rencana gencatan senjata sementara di Gaza, Palestina sambil mengutuk serangan ke Rafah oleh Israel. (Twitter.com/@USUN)
AS belum lama ini usulkan rencana gencatan senjata sementara di Gaza, Palestina sambil mengutuk serangan ke Rafah oleh Israel. (Twitter.com/@USUN)

SENAYANPOST - Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengusulkan rencana gencatan senjata sementara di Gaza, Palestina dalam sidang Dewan Keamanan PBB di New York.

Tidak hanya itu, AS juga mengecam keras rencana serangan darat penjajah Israel ke Rafah di mana setengah penduduk Gaza ada di sana.

Dalam proposalnya, AS mendukung untuk gencatan senjata sementara, berbeda dengan negara lainnya yang mendukung gencatan senjata permanen.

Sebelumnya, Aljazair mengusulkan gencatan senjata permanen namun sayangnya bakal diveto lagi oleh AS.

AS beralasan gencatan senjata permanen akan mempengaruhi negosiasi antara Hamas dan Israel terkait pertukaran tawanan.

Baca Juga: ICJ Gelar Dengar Pendapat soal Pendudukan Israel di Palestina, Indonesia Kebagian Tanggal Segini

"Dewan Keamanan harus menggarisbawahi bahwa serangan darat besar-besaran seperti itu tidak boleh dilakukan, dalam situasi saat ini," kata perwakilan AS dalam Dewan Keamanan PBB pada 19 Februari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.

Israel mengatakan pihaknya berencana untuk menyerbu Rafah, tempat lebih dari 1,4 juta dari 2,3 juta warga Palestina di Gaza mencari perlindungan.

Rencana tersebut telah memicu kekhawatiran internasional bahwa tindakan tersebut akan membunuh sejumlah besar warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza, yang berada di ambang kelaparan, menurut PBB.

Aljazair, yang saat ini merupakan anggota Dewan Keamanan Arab, mengajukan rancangan resolusi awal lebih dari dua minggu lalu, yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera dalam perang Israel di Gaza.

Rancangan resolusi Aljazair dijadwalkan akan dilakukan pemungutan suara pada hari Selasa.

Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield sebelumnya memberi isyarat bahwa hal itu akan diveto, dengan mengatakan hal itu dapat membahayakan 'negosiasi sensitif' mengenai tawanan yang dibawa oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya dari Israel ke Gaza pada 7 Oktober.

Baca Juga: Presiden Brazil Blak-blakan Bandingkan Genosida Israel di Palestina dengan Holocaust Nazi

AS, Mesir, Israel dan Qatar telah mengadakan perundingan mengenai kemungkinan gencatan senjata Israel-Hamas dan pertukaran tawanan yang ditahan oleh Hamas dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X