Daftar Peristiwa Penting Sepanjang 100 Hari Operasi Badai Al Aqsa di Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 15 Januari 2024 | 19:38 WIB
Berikut daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan para pejuang Palestina. (t.me/qassambrigades)
Berikut daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan para pejuang Palestina. (t.me/qassambrigades)

19 Oktober
Sebuah kapal perang Angkatan Laut AS mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Yaman melalui Laut Merah menuju wilayah Israel.

Kelompok Houthi di Yaman melanjutkan serangan jarak jauh terhadap Israel selatan, menghambat pergerakan kapal Israel sebagai solidaritas dengan Gaza.

21 Oktober
Truk bantuan diizinkan melintasi perbatasan Rafah dari Mesir ke Gaza setelah berhari-hari kontroversi diplomatik.

Namun, hal ini tidak terlalu melegakan mengingat kekurangan makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar yang parah.

Upaya terus dilakukan untuk mengamankan pasokan yang cukup di tengah blokade Israel di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan.

27 Oktober
Setelah seminggu melakukan serangan udara terbatas, pasukan Israel melancarkan serangan darat skala besar di Gaza, dimulai dari utara.

Para pemimpin Israel berjanji untuk membebaskan semua tahanan dan melenyapkan gerakan Hamas.

31 Oktober
Lima belas tentara Israel tewas dalam pertempuran di Gaza, menandai kerugian satu hari terbesar bagi tentara Israel selama perang.

Baca Juga: Abu Ubaidah Jubir Hamas Sampaikan Poin Penting Perkembangan Operasi Badai Al Aqsa, Nomor Empat Bikin Merinding!

1 November
Operasi evakuasi dari Gaza dimulai melalui penyeberangan Rafah terhadap sekitar 7.000 pemegang paspor asing, berkewarganegaraan ganda, keluarganya, dan mereka yang membutuhkan perawatan medis segera.

Mayoritas warga Gaza masih tidak bisa meninggalkan daerah kantong tersebut.

9 November
Pemerintah Israel mengklaim bahwa sebuah drone yang diluncurkan dari wilayah Suriah menghantam kota Eilat.

Militer Israel kemudian menyerang kelompok yang bertanggung jawab, mengidentifikasi Suriah sebagai salah satu front baru yang memperluas perang di Gaza.

15 November
Pasukan Israel masuk ke Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, setelah pengepungan yang berkepanjangan.

Staf medis melaporkan kematian pasien, termasuk bayi baru lahir, karena kekurangan listrik dan gangguan pasokan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Quds News Network

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X