Daftar Peristiwa Penting Sepanjang 100 Hari Operasi Badai Al Aqsa di Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 15 Januari 2024 | 19:38 WIB
Berikut daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan para pejuang Palestina. (t.me/qassambrigades)
Berikut daftar peristiwa penting dalam 100 hari operasi Badai Al Aqsa yang dilakukan para pejuang Palestina. (t.me/qassambrigades)

21 November
Baik pemerintah Israel dan Hamas mengumumkan gencatan senjata pertama dalam perang tersebut.

Sebuah kesepakatan untuk menghentikan permusuhan selama empat hari dicapai untuk menukar tahanan perempuan dan anak-anak di Gaza dengan mereka yang ditahan oleh Israel, dan untuk memungkinkan lebih banyak bantuan masuk.

Gencatan senjata diperpanjang selama seminggu, membebaskan 105 pengunjuk rasa Israel dan sekitar 240 tahanan Palestina sebelum akhirnya dibatalkan, yang menyebabkan dimulainya kembali permusuhan pada tanggal 1 Desember.

Baca Juga: Nasib Tiga Warga yang Jadi Tawanan, Hamas Sebut Pemerintah Israel Pembohong

4 Desember
Beberapa hari setelah gencatan senjata berakhir, pasukan Israel memulai serangan darat besar-besaran di Gaza selatan, di pinggiran kota utama di selatan, Khan Younis.

Organisasi-organisasi internasional memperingatkan bahwa tahap perang berikutnya, memperluas kampanye militer dari utara ke seluruh wilayah Jalur Gaza, termasuk daerah-daerah yang sudah menampung ratusan ribu pengungsi, akan memperburuk situasi kemanusiaan secara signifikan.

12 Desember
Biden menyatakan bahwa pemboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Israel di Gaza menyebabkan mereka kehilangan dukungan internasional, menandai perubahan nyata dalam sikap mereka.

Pada minggu-minggu berikutnya, beberapa pejabat tinggi AS mengunjungi Israel, mendesak Israel untuk melakukan lebih banyak upaya dalam melindungi warga sipil, mempersempit ruang lingkup perang, dan mengalihkan fokus secara khusus untuk menargetkan para pemimpin Hamas.

15 Desember
Pasukan Israel membunuh tiga tahanan di Gaza. Insiden ini memicu kritik publik terhadap jalannya perang di Israel, meskipun kampanye tersebut terus mendapat dukungan internal yang luas.

22 Desember
Perlawanan Islam di Irak menyatakan bahwa mereka melakukan serangan jarak jauh terhadap Israel. Menteri Perang Israel kemudian mengklaim bahwa Irak adalah salah satu front regional yang memperluas perang di Gaza.

26 Desember
Pasukan Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di wilayah tengah Gaza setelah serangkaian serangan udara, sekali lagi mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi, yang sebagian besar sudah mengungsi.

Baca Juga: Brigade Al Qassam Hamas Rilis Video Warga Israel yang Ditawan 2014: Masih Ingatkah Mereka?

1 Januari 2024
Pemerintah Israel mengumumkan akan mulai menarik sebagian pasukannya dari Gaza dalam tahap baru yang lebih bertarget daripada perang, dan mengklaim hal itu akan berlangsung selama beberapa bulan.

Para pejabat menyatakan bahwa perubahan taktis ini akan dimulai di Gaza utara, sementara pertempuran sengit terus berlanjut di wilayah selatan.

2 Januari
Pasukan Israel melakukan operasi pembunuhan yang menargetkan Wakil Kepala Biro Politik Hamas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Quds News Network

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X