Baca Juga: Opini: Haul Gus Dur di Tengah Badai Kehancuran Hukum dan Demokrasi
Beberapa negara lain juga telah setuju untuk terlibat dalam operasi tersebut tetapi memilih untuk tidak disebutkan namanya secara publik, kata seorang pejabat pertahanan yang tidak mau disebutkan namanya ketika membahas rincian tambahan dari misi baru tersebut yang belum diumumkan secara publik.
Misi ini akan dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Gabungan 153 yang sudah ada, yang dibentuk pada April 2022 untuk meningkatkan keamanan maritim di Laut Merah, Bab el-Mandeb, dan Teluk Aden.
Terdapat 39 negara anggota KKP 153, namun para pejabat masih berupaya untuk menentukan negara mana yang akan berpartisipasi dalam upaya terbaru ini.
Secara terpisah, Amerika Serikat juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap serangan tersebut.
Baca Juga: Opini: Geert Wilders Menang, Islam di Belanda Meradang
Dalam sebuah surat kepada anggota dewan yang diperoleh The Associated Press pada hari Senin, Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield mengatakan serangan Houthi yang menargetkan kapal komersial yang secara sah transit di perairan internasional terus mengancam hak dan kebebasan navigasi, keamanan maritim internasional, dan perdagangan internasional.
Ke-15 anggota dewan membahas ancaman Houthi secara tertutup pada hari Senin tetapi tidak mengambil tindakan segera
Kelompok Houthi pada Senin pagi mengatakan bahwa mereka telah menyerang dua kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza karena semakin banyak perusahaan yang menghentikan transit melalui jalur air yang bermasalah namun penting tersebut.
Kelompok bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman telah menyatakan dirinya sebagai bagian dari poros perlawanan kelompok yang berafiliasi dengan Iran dan mengatakan kampanye serangannya bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza. Houthi juga telah menembakkan beberapa rudal jelajah, drone, dan rudal balistik ke Israel sejak 7 Oktober.***
Artikel Terkait
Baku Tembak Masih Terjadi di Gaza, Houthi Deklarasikan Perang dengan Israel
Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Buntut Serangan Houthi Yaman, Perusahaan Kapal Kontainer Ini Tunda Pelayaran Lewat Laut Merah
Houthi Yaman Kembali Serang Dua Kapal Kontainer di Laut Merah