Terkait pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, Hamdan menilai mereka ingin tetap perang terus berlanjut.
"Keduanya (Israel dan AS) lebih memilih perang terus berlanjut," lanjutnya.
Setelah dua bulan terakhir ini, dikabarkan ada keretakan antara Tel Aviv dan Washington
Mengenai ancaman yang dibuat oleh Perdana Menteri pendudukan Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan kesediaannya untuk membunuh pemimpin Hamas di luar negeri, Hamdan mengatakan penting untuk mengingat bahwa tidak ada kejahatan tanpa hukuman.
Baca Juga: 110 Warga Israel Masih Disandera Hamas, Benjamin Netanyahu: Kita Harus Terus Perang
Hamdan juga menegaskan bahwa pola operasi Perlawanan di Lebanon dan Irak dalam mendukung Gaza dilakukan secara bijaksana, efektif, cerdas, dan ke atas.
"Amerika tidak bersedia memperluas pertempuran seperti yang dicita-citakan Netanyahu," imbuhnya.
"Pergeseran posisi internasional tidak dapat dilakukan untuk mendukung rakyat Palestina, namun dapat dilakukan untuk menghentikan agresi," tambahnya.
Yang menarik adalah pejabat Hamas tersebut menyatakan bahwa dosa terbesar Palestina adalah menandatangani perjanjian Oslo.
Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1088 Sub Indo, Ternyata Ini Impian Luffy yang Sebenarnya!
"Dosa terbesar yang kami lakukan adalah menandatangani perjanjian dengan pendudukan (Oslo) dan bukannya bergandengan tangan untuk melawannya," katanya.
Sebelumnya, Hamdan telah mengkonfirmasi bahwa agresi pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza tidak mencapai tujuannya meskipun 72 hari perang.
Pembantaian ini menunjukkan bahwa tentara pendudukan Israel bergerak dari satu kegagalan ke kegagalan lainnya di Gaza.***
Artikel Terkait
Eks Marinir AS Sebut Hamas Menang Lawan Israel: Benjamin Netanyahu Tinggal Menghitung Hari
Tel Aviv Klaim Hamas Bunuh 40 Bayi Tak Berdosa 7 Oktober 2023, Badan Jaminan Sosial Israel Justru Bilang Begini
Debat Panas Piers Morgan dan Dokter NHS, Tak Setuju Hamas Organisasi Perlawanan
110 Warga Israel Masih Disandera Hamas, Benjamin Netanyahu: Kita Harus Terus Perang
Brigade Al Qassam Hamas Rilis Video para Sandera yang Tewas Akibat Bombardir Israel: Waktu Hampir Habis