Baca Juga: Al Jazeera Kutuk Serangan Tentara Israel di Khan Younis hingga Tewaskan Samer Abu Daqqa
"Di masa sulit ini, penting bagi saya untuk memperkuat para pejuang kita juga. Mereka mengorbankan jiwa mereka untuk mencapai kemenangan telak atas musuh-musuh kita dan mengembalikan sandera kita," terangnya.
Pihaknya berusaha keras agar para sandera tersebut bisa kembali kepada keluarganya dengan selamat.
"Kami melakukan dan akan melakukan segalanya untuk melindungi nyawa para pejuang kami, masing-masing dari mereka, dan kami akan menggunakan segala cara agar mereka tidak terluka," lanjutnya.
"Sejak tragedi kemarin, saya dihantui oleh satu pemikiran, "Apa yang akan terjadi jika saja ada sesuatu yang berbeda". Saya yakin pemikiran ini juga dimiliki oleh Anda semua," imbuhnya.
Di sini, Netanyahu menekankan pentingnya operasi militer untuk mendapatkan kembali para sandera yang saat ini ada di tangan Hamas.
"Namun sayangnya, waktu tidak dapat diputar kembali. Siapa pun yang pernah bertempur di medan perang tahu bahwa jarak antara kemenangan dan bencana sangat dekat. Di tengah penderitaan yang luar biasa ini, kami akan mengambil pelajaran, menerapkannya, dan tidak menyerah dalam upaya militer dan politik untuk membawa pulang semua korban penculikan dengan selamat," bebernya.
Nampaknya, Netanyahu akan semakin jauh dengan meja perundingan di mana Hamas akan melakukan pertukaran sandera jika Israel menghentikan bombardir pada warga sipil Gaza.
"Dengan segala kesedihan yang mendalam saya ingin mengklarifikasi: tekanan militer diperlukan baik untuk kembalinya orang-orang yang diculik maupun untuk mencapai kemenangan atas musuh-musuh kita," ujarnya.
"Tanpa tekanan militer, kami tidak akan mampu menghasilkan garis besar yang menghasilkan pembebasan 110 korban penculikan," tambahnya.
Hal ini sudah disampaikan Netanyahu kepada tim negosiator yang dimediasi oleh Qatar.
"Dan hanya kelanjutan tekanan militer yang akan mengarah pada pembebasan semua korban penculikan kami. Instruksi yang saya berikan kepada tim perunding didasarkan pada tekanan ini dan tanpanya kami tidak punya apa-apa," tutup Benjamin Netanyahu dalam cuitannya.***
Artikel Terkait
Iran Wanti-wanti Konflik Israel dan Palestina Meluas, Hossein Amirabdollahian Sebut Netanyahu Makin Goyah
Israel Kehilangan Dukungan Internasional Buntut Konflik Gaza, Joe Biden Blak-blakan Kritik PM Benjamin Netanyahu
Israel Terus Bombardir Gaza, Joe Biden Tekan Benjamin Netanyahu Minimalisir Korban Sipil
Nahas Nasib 3 Warga Israel Jadi Korban Tembak IDF, Netanyahu Sampaikan Belasungkawa
Eks Marinir AS Sebut Hamas Menang Lawan Israel: Benjamin Netanyahu Tinggal Menghitung Hari