Eks Marinir AS juga menggarisbawahi jumlah tentara Israel yang mengalami luka-luka dan cacat dalam perang ini.
"Kita harus fokus pada jumlah tentara yang terluka. Menurut beberapa hitungan lebih dari 5.000 yang terluka, 2.000 di antaranya cacat permanen yang berarti amputasi, kelumpuhan, orang-orang tidak akan pernah kembali berperang," ujarnya.
Selain kewalahan menghadapi Hamas, Israel juga menghadapi tekanan dunia internasional meskipun sudah dibantu oleh Amerika Serikat.
"Sekarang dunia telah berbalik melawan Israel. Satu-satunya harapan adalah Amerika Serikat (AS)," ungkapnya.
Baca Juga: Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya
Menurutnya, Netanyahu hanya tinggal menghitung hari sebagai Perdana Menteri.
Terlebih lagi, tidak sedikit warga Israel yang meminta Netanyahu untuk turun dari kursi kekuasaan.
Ia juga terseret kasus korupsi selama menjabat sebagai pejabat pemerintahan.
Baca Juga: Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
"Benjamin Netanyahu tinggal menghitung hari. Pemerintahan Biden sendiri telah berbalik melawannya dengan mengatakan mereka tidak melihat jalan menuju resolusi konflik," ujarnya.
Pada akhirnya, Hamas akan memenangkan perang ini dengan Israel menurut Ritter.
"Netanyahu beroperasi dengan 4 persen dukungan di dalam Israel. Pada akhirnya Hamas telah memenangkan perang ini," kata Scott Ritter.***
Artikel Terkait
IOF Sebut Hamas Tak Mampu Goreng Telur, Izzat al Risheq: Kami Sibuk Panggang Merkava
IDF Umumkan Hasil Percobaan Pompa Air Laut ke Terowongan Hamas, Bagaimana Nasib para Sandera?
Petinggi Hamas Ismail Haniyeh Buka Negosiasi dengan Israel, Ini Syaratnya
Abu Ubaidah Jubir Hamas Sampaikan Poin Penting Perkembangan Operasi Badai Al Aqsa, Nomor Empat Bikin Merinding!
Nahas Nasib 3 Warga Israel Jadi Korban Tembak IDF, Netanyahu Sampaikan Belasungkawa