"Ketika Anda menolak kebebasan dan martabat seseorang; ketika Anda mempermalukan dan menjebak mereka di penjara terbuka di mana Anda membunuh mereka seolah-olah mereka adalah binatang buas; mereka menjadi sangat marah dan melakukan hal yang sama terhadap orang lain," lanjut Munir Akram.
Israel telah membombardir Gaza dari udara dan darat, memberlakukan pengepungan dan melancarkan serangan darat setelah serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.
Setidaknya 18.412 warga Palestina telah terbunuh dan 50.100 lainnya terluka dalam serangan gencar Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan di Gaza.
Korban tewas Israel dalam serangan Hamas mencapai 1.200 orang, sementara sekitar 139 sandera masih disandera, menurut angka resmi.***
Artikel Terkait
Diplomat Israel Sebut PBB Antisemit, Buntut Iran Terpilih Jadi Ketua Forum Sosial: 100 Persen Bias!
Curhat Jurnalis Palestina Motaz Azaiza di Gaza: Situasi Kami Lebih Mengerikan dari yang Anda Bayangkan
Aktivis Palestina Minta Dunia Internasional Lakukan Mogok Global untuk Gencatan Senjata di Gaza
Update KRI dr Radjiman Wedyodiningrat untuk Misi Kemanusiaan di Gaza, Sudah Berangkat ke Palestina?
PBB Ketok Palu soal Gencatan Senjata di Gaza, 10 Negara Ini Justru Menentang