Dubes Pakistan untuk PBB Blak-blakan soal Penjajah Israel: Ini Perang Melawan Rakyat Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 14 Desember 2023 | 10:49 WIB
Dubes Pakistan untuk PBB, Munir Akram secara terang-terangan menyampaikan bahwa Israel akan menghapus Palestina. (United Nations)
Dubes Pakistan untuk PBB, Munir Akram secara terang-terangan menyampaikan bahwa Israel akan menghapus Palestina. (United Nations)

SENAYANPOST - Duta Besar Pakistan untuk PBB, Munir Akram sebelum voting dalam sidang khusus menyampaikan bahwa Israel berniat secara terang-terangan menghapuskan Palestina.

Munir Akram juga menjelaskan sebelum pemungutan suara bahwa mayoritas anggota PBB akan memilih resolusi gencatan senjata terkait genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina.

Dalam forum itu, ia juga menyesalkan beberapa sahabat Israel yang hanya mengutuk satu pihak tetapi membebaskan yang lainnya.

Baca Juga: Opini: Cinta yang Tak Sampai kepada Gadis, Anak dari Tokoh yang Dicap Aktivis PKI

Akram mengatakan dia yakin bahwa sebagian besar anggotanya tidak akan setuju untuk menyalahkan Hamas saja, namun menyalahkan Israel atas peran mereka dalam pemboman 'penjara terbuka' di Gaza.

Setelah jeda tersebut, proyektil kematian telah menghujani Gaza dari mesin perang Israel, tambahnya.

"Ini adalah perang melawan rakyat Palestina", kata Munir Akram pada 13 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari situs UN News.

Baca Juga: Prediksi Manga One Piece 1102, Terungkap Awal Mula Jewelry Bonney Jadi Bajak Laut!

"Tujuan Israel adalah untuk menghapus tidak hanya suatu bangsa tetapi seluruh gagasan tentang Palestina. Kampanye ini merupakan salinan dari kampanye besar-besaran pembantaian rasial oleh rezim kolonial pemukim lainnya dalam sejarah," imbuhnya.

Penolakan kebebasan dan martabat

Pada hari Selasa, Majelis Umum PBB secara mayoritas menyetujui rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan segera di Gaza.

Baca Juga: Kolonel Senior Israel Pimpin Pasukan Elit, Tewas dalam Pertempuran di Shejaiya Gaza

Resolusi tidak mengikat tersebut, yang diajukan oleh Mesir dengan dukungan hampir 100 negara, termasuk Turki, disahkan dengan 153 suara mendukung ketika Majelis Umum yang beranggotakan 193 orang berkumpul untuk mengadakan sidang khusus darurat mengenai Palestina.

Sepuluh negara, termasuk AS, Israel dan Austria, memberikan suara menentang resolusi tersebut, sementara 23 negara termasuk Inggris, Jerman, Italia dan Ukraina abstain dalam pemungutan suara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: UN News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X