"Ini adalah kampanye militer yang sangat sulit sehingga Anda menginginkan perdana menteri yang bertanggung jawab dan tidak ada satu orang pun (di pemerintahan) yang mempercayai Netanyahu, itulah isu utama kabinet ini," lanjutnya.
Baca Juga: Kagum Melihat Miniatur Kerajaan Majapahit di Taman Arum Udumbara
Segera setelah tanggal 7 Oktober, Netanyahu membentuk kabinet perang darurat dengan memperluas koalisi pemerintahan Israel ke sejumlah mantan perwira militer senior, yang berasal dari kalangan oposisi.
Salah satunya adalah Benny Gantz, mantan menteri pertahanan, yang dengan cepat menuntut Netanyahu mencabut jabatan kontroversialnya sambil menunjukkan dukungan penuh kepada tentara dan Shin Bet, badan intelijen dalam negeri Israel.
Serangkaian kritik dari para pemimpin lain menyusul.
Baca Juga: Opini: Fenomena di Balik Melemahnya Rupiah
"(Netanyahu) tidak tertarik pada keamanan, dia tidak tertarik pada sandera, hanya politik," kata anggota parlemen oposisi Avigdor Lieberman, yang pernah menjadi menteri pertahanan Netanyahu.
Juru bicara militer Israel Daniel Hagari menolak berkomentar terkait hal ini.
"Kami sedang berperang," katanya.
Baca Juga: Wejangan dari AM Hendropriyono untuk Pemuda Indonesia di Taman Arum Udumbara
Baku hantam ini merupakan tanda-tanda terbaru ketegangan dalam institusi politik Israel.
Termasuk dalam kabinet perang ketika mereka bergulat dengan dampak dari salah satu kegagalan intelijen terbesar di negara tersebut.
Banyak aparat keamanan negara yang mengakui kekurangannya, tapi tidak dengan Netanyahu.
Baca Juga: Kenalkan Taman Arum Udumbara AM Hendropriyono Raih Gelar Rekor Muri
Sebelum cuitan tersebut, pemimpin Israel mengadakan jumpa pers pada hari Sabtu di mana dia menghindari pertanyaan apakah dia bertanggung jawab, dengan mengatakan bahwa setiap orang harus 'memberikan jawaban atas pertanyaan sulit, termasuk saya', setelah perang selesai.
Artikel Terkait
China Undang Netanyahu, Amerika Sebut Israel Langgar HAM
Sempat Beda Pendapat, Perang Israel dan Hamas Bikin Hubungan Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Membaik?
Hamas Vs Israel, Ismail Haniyeh dan Netanyahu Menang Banyak
Presiden AS Joe Biden Bakal ke Israel Temui PM Benjamin Netanyahu, Iran Ingatkan Paman Sam soal Ini
Israel Tingkatkan Serangan di Gaza, Benjamin Netanyahu Isyaratkan Tiga Hal Ini