Oleh: Ninoy Karundeng
SENAYANPOST - Tiap kali korban jatuh, korban manusia makin bertambah. Palestina membunuh satu orang Israel. Israel akan membunuh lebih banyak warga Palestina. Dua bangsa yang dipenuhi rasa dendam.
Perang Hamas lawan Israel yang untung banyak Bos Hamas Ismail Haniyeh dan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Serta industri mesin perang dan Perusahaan minyak raksasa dunia, yang sekongkol dengan politikus.
Dempi tanah dan geo-ekonomi. Pemainnya? USA dan kaki tangan Palestina dan Arab sendiri, ngeri.
Di balik itu adalah konglomerasi energi dunia. Semua akar perang adalah memainkan dan dimainkan oleh lima perusahaan minyak Barat. Chevron. Shell. Total. BP. Exxon.
Tiap 4 tahun harus ada perang agar industri persenjataan dan industri minyak bergerak. Kejahatan yang tak dipahami publik. Karena ditutup rapat oleh media Barat dan para penjahat yang berkedok sebagai kepala negara. Kaki tangan para cukong kelas dunia.
Caranya dengan membuat narasi yang tak tertandingi. Propaganda kebohongan, hoaks. Amerika adalah negara yang dibangun berdasarkan hoaks dan propaganda kejahatan. Kuncinya: Media.
Serangan Hamas di Israel pun oleh Joe Biden dan Barat diputar sebagai serangan bela diri. Padahal akar masalah adalah: manusia yang dikurung, diblokade dalam penjara besar bernama jalur Gaza.
Tangis Gaza adalah tangis para pengungsi Palestina. Orang tak paham politik. Ratusan ribu lagi ada di Lebanon. Mereka orang yang terbuang dari tanah mereka.
Baca Juga: Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza
Yang di peta pun telah hilang. Tak ada lagi nama Palestina dalam peta Bumi. Yang ada adalah Israel. Israel secara de facto menguasai Gaza. Semua peri kehidupan dipasok dan dijatah oleh Israel.
Lalu para pemimpin Arab di mana? Di pihak Israel. Mesir. Sejak 1979 telah tahu tak akan menang lawan Israel. Damai.
Beberapa negara Arab telah berdamai dengan Israel. Gong-nya adalah Arab Saudi yang akan damai dengan Israel. Hamas tak mau itu terjadi. Israel diserang! Padahal prasyarat damai Israel-Saudi adalah: berdirinya Negara Palestina. Two state solution.
Artikel Terkait
Jelang Indonesia vs Palestina di FIFA Match Day, Erick Thohir: Saatnya Raih Hasil Maksimal
Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Israel Protes Keras Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza
Israel Klaim Amankan Perbatasan Gaza, Ratusan Warga Jadi Tawanan Hamas
Sempat Beda Pendapat, Perang Israel dan Hamas Bikin Hubungan Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Membaik?
Jokowi Kecam Perang Israel dan Hamas di Gaza, Minta Kemlu Lakukan Evakuasi terhadap WNI