Lebih lanjut Iwan Bogananta juga menjelaskan, untuk realisasi awal akan mulai dikirim sebesar 40 ton/bulan bumbu rendang dari Indonesia, yang dijadwalkan mulai awal November 2023. Total investasi pengiriman bumbu diperkirakan sebesar USD 34 juta dengan kerja sama selama empat tahun.
Total kapasitas produksi pabrik rendang Bella Group maksimal bisa mencapai 600 ton/bulan. Menariknya, kemasan rendang juga akan dicantumkan sertifikasi halal dan logo Wonderful Indonesia.
Selain itu, pada kemasan juga akan dilengkapi dengan QR Code, yang memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai asal usul makanan khas asal Sumatera Barat tersebut, baik dari informasi kota, budaya lokal sampai ke informasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.
Menurut Dimitar Mitev, CEO Bella Group mengatakan bahwa, investasi pembangunan pabrik pengolahan daging di Indonesia salah satunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar daging halal olahan di Indonesia seperti sosis, salami, ham, dan lainnya dengan menggunakan high technology yang telah diterapkan dan dikembangkan di perusahaannya.
“Indonesia merupakan pasar yang besar dengan populasi hampir 270 juta orang. Kami yakin dapat mengisi market share produk makanan olahan di Indonesia,” pungkas Dimitar.***
Artikel Terkait
Pabrik Rendang di Bulgaria, Buka Peluang Besar Pengusaha Rumah Makan Padang Buka Cabang di Eropa
Duta Besar RI untuk Bulgaria Mengajak Calon Investor Kenal dengan IKN
Kunjungi Pindad, Langkah Nyata Iwan Bogananta Dubes RI untuk Bulgaria Demi Kemajuan Alutsista Indonesia
Iwan Bogananta Duta Besar RI untuk Bulgaria Bikin Konser untuk Mengenalkan Budaya Indonesia di Bulgaria
Dubes RI untuk Bulgaria dan Menparekraf RI Sandiaga Uno Saksikan Uji Coba Produksi 'Rendang Goes to Europe'
Duta Besar RI untuk Bulgaria Sukses Gelar Harmoni Budaya dan Alam Nusantara di Pagelaran Harmonature Plovdiv
Dubes RI Iwan Bogananta Fasilitasi Rencana Investasi Bulgaria Senilai Rp744 MIliar untuk Ibu Kota Nusantara