Soroti Beda BPS vs Bank Dunia, Pengamat Ekonomi Ferry Latuhihin Ingatkan Publik Tak Terjebak Data Kemiskinan RI

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 14 September 2025 | 21:02 WIB
Pengamat ekonomi ingatkan publik untuk tidak terjebak data kemiskinan antara BPS dan Bank Dunia yang berbeda. (Tangkapan layar YouTube Tonny Hermawan Adikarjo)
Pengamat ekonomi ingatkan publik untuk tidak terjebak data kemiskinan antara BPS dan Bank Dunia yang berbeda. (Tangkapan layar YouTube Tonny Hermawan Adikarjo)

Baca Juga: Madu dan Racun Menteri Keuangan, Kucurkan Rp200T untuk Putar Ekonomi, Simak Analisisnya

"Kalau kita tetap ngotot pakai data BPS, maka seolah-olah kita selalu jadi pemenang. Padahal kriteria BPS berbeda dengan Bank Dunia," terangnya.

Selain soal metode, Ferry juga menyoroti perbedaan kondisi geografis dan sosial antara desa dan kota di Indonesia.

Pengamat ekonomi itu menyebut, di pedesaan, warga RI mungkin bisa bertahan hidup dengan Rp20.000 per hari, sementara di perkotaan angka tersebut jelas tidak mencukupi.

"Tentu konsumsi di desa berbeda dengan di Jakarta. Karena mayoritas penduduk masih ada di desa, sementara urbanisasi dan industrialisasi kita belum berhasil, maka hasil pengukuran ini jadi timpang," kata Ferry.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Warga RI Susah Cari Kerja, Nilai Penyebabnya Gegara Dana Rp425 Triliun Mengendap di BI

Ia mencontohkan keberhasilan China dalam mendorong urbanisasi dan industrialisasi, yang membuat pengukuran kemiskinan di negara itu lebih sesuai dengan standar internasional.

Hal tersebut, menurut Ferry, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia.

"Dan tentu, konsumsi di desa kan berbeda dengan yang di Jakarta. Tapi karena mayoritas penduduk kita masih ada di pedesaan, kita tidak berhasil melakukan urbanisasi, industrialisasi, hasilnya seperti ini," tutur Ferry.

"Beda dengan China, di sana urbanisasi luar biasa. Industrialisasinya juga berhasil," ungkapnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Tonny Hermawan Adikarjo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X